HOME  ⁄  Ekonomi

Purbaya Tegaskan DJPb Harus Adaptif untuk Menjaga Stabilitas Fiskal dan Mendukung Pembangunan Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Purbaya Tegaskan DJPb Harus Adaptif untuk Menjaga Stabilitas Fiskal dan Mendukung Pembangunan Nasional
Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Forum Strategis Nasional Penataan Organisasi DJPb Tahun 2026 di Jakarta, Selasa 28/7/2026 (sumber: Kementerian Keuangan)

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pengelolaan keuangan negara harus dijalankan secara lincah agar tetap adaptif, responsif, dan mampu beradaptasi dengan dinamika global, sekaligus menempatkan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keuangan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam Forum Strategis Nasional Penataan Organisasi DJPb Tahun 2026.

Ia mengatakan, "Peran DJPb bukan hanya mencatat angka, tetapi mengubahnya menjadi layanan, pembangunan, dan manfaat nyata bagi masyarakat."

DJPb Berperan Menjaga Likuiditas dan Stabilitas Keuangan

Purbaya menjelaskan DJPb memiliki peran penting dalam memastikan likuiditas sistem perbankan tetap terjaga.

Menurutnya, DJPb juga mendukung keberlanjutan pembangunan nasional melalui pengelolaan keuangan negara yang efektif.

Ia mencontohkan langkah pengalihan dana dari Bank Indonesia ke perbankan yang mampu mengembalikan likuiditas sistem keuangan.

Langkah tersebut juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Purbaya menegaskan pengalaman strategis DJPb dalam mengelola arus kas negara harus terus didokumentasikan.

Pengalaman tersebut perlu dijadikan pengetahuan institusional agar menjadi acuan dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.

Penataan Organisasi Difokuskan pada Efisiensi dan Respons Cepat

Purbaya menekankan penataan organisasi DJPb bukan sekadar pemindahan struktur organisasi.

Ia menyatakan penataan organisasi bertujuan meningkatkan efisiensi, mempercepat proses kerja, dan memperjelas arah tanggung jawab dalam organisasi.

DJPb juga diharapkan terus mengembangkan sistem early warning untuk memantau kondisi ekonomi dan keuangan.

Sistem tersebut diharapkan mampu memberikan respons cepat terhadap potensi risiko yang muncul.

Purbaya mengingatkan kebijakan fiskal harus dijalankan dengan penuh integritas, disiplin, dan tidak mengabaikan aturan yang berlaku.

Ia menambahkan inovasi dalam pengelolaan keuangan negara harus didukung oleh pengetahuan yang memadai, kemampuan yang kuat, serta komitmen yang tinggi dalam pelaksanaannya.

Menutup sambutannya, Purbaya mengatakan, “DJPb diharapkan semakin siap menjadi institusi modern yang mampu menjawab kebutuhan negara, menjaga stabilitas fiskal, dan mendukung pembangunan menuju Indonesia Maju.”

Penulis :
Leon Weldrick