
Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat kolaborasi riset dan inovasi sebagai upaya mendukung pengembangan ekonomi kreatif nasional berbasis data dan kajian ilmiah.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan kerja sama tersebut bertujuan membangun ekosistem ekonomi kreatif melalui kebijakan berbasis bukti yang mampu menjawab kebutuhan pelaku industri kreatif.
Ia mengatakan, “BRIN telah menjadi partner strategis dalam penyusunan kajian-kajian ekonomi kreatif di tahun 2026 dan melalui penandatanganan MoU ini kami menyambut baik penguatan kolaborasi dalam mengimplementasikan Rindekraf 2026-2045 melalui kebijakan berbasis data, riset, dan kajian ilmiah.”
Kedua lembaga akan menjalankan empat rencana aksi utama yang meliputi strategi pengembangan riset, fasilitasi pendanaan dan pembiayaan, strategi fasilitasi kekayaan intelektual, serta perlindungan hasil kreativitas.
Program tersebut akan diwujudkan melalui pengembangan kajian ekonomi kreatif, pertukaran data dan informasi, penyediaan skema seed funding pada subsektor prioritas, pemanfaatan kekayaan intelektual, serta penguatan perlindungan dan konservasi warisan budaya Indonesia.
Sinergi Kemenekraf dan BRIN juga diarahkan untuk mendukung tiga program unggulan Kemenekraf, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub atau Ruang Kreatif, serta Creative by Indonesia.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat pengembangan talenta, riset, inovasi, hilirisasi karya kreatif, serta komersialisasi kekayaan intelektual guna meningkatkan daya saing ekonomi kreatif nasional.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, “Karena itu BRIN siap mendukung. Banyak hal yang bisa kita perkuat dari sisi riset dan inovasi dari bidang-bidang yang menurut Kementerian Ekraf begitu strategis. Riset yang kita lakukan ialah sesuai kebutuhan.”
Selain mendukung implementasi Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045, kerja sama tersebut juga diproyeksikan memperkuat penyelenggaraan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan berlangsung di Jakarta pada 21-23 Oktober 2026 melalui diseminasi hasil riset dan inovasi ekonomi kreatif.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



