HOME  ⁄  Ekonomi

ESDM Mengkaji Keekonomian Harga Pertamax di Tengah Fluktuasi Minyak Dunia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

ESDM Mengkaji Keekonomian Harga Pertamax di Tengah Fluktuasi Minyak Dunia
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax kepada konsumen di SPBU Ayasa Majapahit, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/bar..)

Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menghitung keekonomian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax di tengah gejolak harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik, dengan peluang penyesuaian harga apabila rata-rata harga minyak mengalami penurunan.

Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan penentuan harga Pertamax akan mengacu pada biaya pokok penyediaan (BPP) Pertamina yang ditambah margin keuntungan.

Harga Pertamax Bergantung pada Pergerakan Minyak Dunia

Yuliot mengungkapkan, “Jadi nanti akan dihitung BPP (biaya pokok penyediaan)-nya Pertamina ditambah keuntungan. Nanti kami dari Kementerian ESDM akan mencoba melihat kira-kira harga yang ini keekonomiannya bagaimana.”

Ia menjelaskan harga Pertamax sangat dipengaruhi pergerakan harga minyak dunia yang saat ini masih berfluktuasi akibat ketidakpastian geopolitik.

Yuliot mengatakan Kementerian ESDM akan menghitung rata-rata harga minyak dunia sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Ia menambahkan, “Kalau potensi nanti ini harga minyak secara rata-rata turun, ya tentu dari Pertamina akan menyesuaikan harga.”

Harga Minyak Dunia Mengalami Koreksi

Mengutip Sputnik, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober turun 2,34 persen menjadi 83,86 dolar AS per barel pada perdagangan Selasa (28/7), sekaligus menjadi pertama kalinya berada di bawah level 84 dolar AS sejak pertengahan Juli.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September juga melemah 2,28 persen menjadi 80,73 dolar AS per barel.

Sebelumnya, harga minyak Brent sempat melonjak 6,38 persen menjadi 100,07 dolar AS per barel pada perdagangan 23 Juli.

Harga minyak WTI juga sempat naik 5,36 persen menjadi 91,48 dolar AS per barel pada periode yang sama.

Penulis :
Aditya Yohan