
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia berpotensi bergerak melemah pada perdagangan Rabu seiring pelaku pasar mencermati berbagai sentimen global dan domestik, meski dibuka menguat 10,57 poin atau 0,17 persen ke level 6.141,16.
Indeks LQ45 turut dibuka naik 0,45 poin atau 0,07 persen ke posisi 608,48.
Investor Diminta Bersikap Wait and See
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengungkapkan, “Kiwoom Research menyarankan investor untuk wait and see sambil mencermati pergerakan IHSG di area support 6.130. Investor yang telah memperoleh keuntungan disarankan menerapkan trailing stop atau melakukan profit taking secara bertahap apabila IHSG menembus level tersebut.”
Menurut Liza, pelaku pasar masih berhati-hati menjelang keputusan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve atau The Fed) yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu waktu setempat.
Ia mengungkapkan, “Selain itu, investor akan mencermati konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter ke depan, terutama setelah ia menegaskan komitmen bank sentral menjaga stabilitas harga serta melakukan evaluasi terhadap kerangka kebijakan moneter.”
Pelaku pasar juga menantikan laporan keuangan Microsoft dan Meta serta perkembangan belanja modal perusahaan teknologi untuk menilai keberlanjutan investasi AI.
Sentimen Domestik Masih Membayangi Pasar
Di dalam negeri, sentimen investor masih dipengaruhi ketidakpastian setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sehingga pasar mencermati proses transisi kepemimpinan bank sentral.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebut mayoritas pelaku usaha masih menerapkan strategi wait and see pada semester II-2026 di tengah ketidakpastian permintaan domestik maupun global.
Di sisi lain, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan kebutuhan Crude Palm Oil (CPO) untuk program mandatori B50 akan meningkat menjadi 16 hingga 17 juta ton pada 2027.
Pergerakan bursa global pada perdagangan sebelumnya menunjukkan bursa Eropa ditutup menguat, sementara bursa Wall Street bergerak bervariasi dan mayoritas bursa saham Asia pagi ini diperdagangkan dengan arah yang beragam.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



