HOME  ⁄  Ekonomi

PT Timah Lampaui Target Laba Bersih 2026 dengan Raihan Rp2,71 Triliun pada Semester I

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PT Timah Lampaui Target Laba Bersih 2026 dengan Raihan Rp2,71 Triliun pada Semester I
Foto: (Sumber :Produk logam timah atau tin ingot di gudang PT Timah (Persero) Tbk, Muntok, Bangka Barat, Bangka Belitung. ANTARA/Maria Cicilia Galuh..)

Pantau - PT Timah (Persero) Tbk mencatat laba bersih sebesar Rp2,71 triliun pada semester I 2026 atau setara 169 persen dari target laba bersih tahun 2026 sebesar Rp1,61 triliun, didukung peningkatan produksi, penjualan, dan harga logam timah.

Pendapatan dan Produksi Meningkat Signifikan

Direktur Utama PT Timah Restu Widiyantoro mengatakan kinerja perseroan pada semester I 2026 menunjukkan hasil positif dari strategi transformasi operasional dan bisnis yang dijalankan perusahaan.

Ia mengatakan, "Kinerja perseroan pada semester I 2026 menunjukkan bahwa strategi transformasi operasional dan bisnis yang dijalankan perseroan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas di tengah dinamika industri global."

PT Timah membukukan pendapatan sebesar Rp10,42 triliun pada semester I 2026 atau meningkat 247 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,22 triliun.

Perusahaan juga mencatat laba usaha sebesar Rp3,48 triliun dan EBITDA sebesar Rp3,90 triliun yang masing-masing meningkat signifikan dibandingkan semester I 2025.

Produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn atau naik 75 persen, sedangkan produksi logam timah meningkat 58 persen menjadi 10.865 metrik ton Sn.

Penjualan logam timah juga tumbuh 85 persen menjadi 10.984 metrik ton dengan kenaikan harga jual rata-rata menjadi 49.794 dolar AS per metrik ton.

Pasar Ekspor Dominasi Penjualan Timah

PT Timah mencatat pasar ekspor menyumbang 97 persen dari total penjualan logam timah, sedangkan pasar domestik berkontribusi 3 persen.

Enam negara tujuan ekspor utama meliputi China, India, Korea Selatan, Singapura, Belanda, dan Italia.

Restu mengatakan, "Peningkatan produktivitas, disiplin dalam pengelolaan biaya, serta optimalisasi operasi menjadi faktor utama yang mendorong pencapaian tersebut."

Penulis :
Ahmad Yusuf