
Pantau - Wisata hiu paus di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir melalui keterlibatan warga dalam pengelolaan jasa wisata berbasis komunitas sejak mulai dikembangkan pada 2016.
Warga Terlibat Langsung dalam Pengelolaan Wisata
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Hiu Paus Botubarani Wahab Matoka mengatakan keberadaan destinasi wisata tersebut telah membuka peluang pendapatan bagi masyarakat, terutama pemilik perahu yang melayani wisatawan.
Ia mengungkapkan, "Kalau berbicara masalah peningkatan pendapatan masyarakat di sini, itu sudah terpenuhi. Perahu-perahu yang ada di sini adalah milik pribadi masyarakat."
Wahab menjelaskan masyarakat tidak hanya bergantung pada aktivitas wisata hiu paus, tetapi menjadikan usaha tersebut sebagai sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
Pengelolaan wisata melibatkan masyarakat lokal, mulai dari pengelola pangkalan, pemilik perahu, hingga penyedia jasa pendukung lainnya.
Tarif Wisata Diatur Melalui Peraturan Desa
Wisatawan dapat memilih berbagai layanan, seperti paket perahu kaca, paddle boat, snorkeling, dan diving, dengan tarif yang telah ditetapkan melalui peraturan desa.
Paket perahu kaca dikenakan tarif Rp450 ribu per orang, sedangkan layanan perahu Rp100 ribu untuk tiga orang, biaya lokasi snorkeling Rp35 ribu per orang, dan diving Rp60 ribu per orang di luar perlengkapan.
Wahab menegaskan tarif tersebut tidak dapat diubah secara sepihak untuk menjaga kepastian bagi pengunjung dan masyarakat.
Ia mengatakan, "Kalau masalah tarif tidak ada yang dilebihkan, tidak ada yang dikurangi, karena kami juga takut kalau terjadi persoalan antara pengunjung dan masyarakat."
Selain meningkatkan pendapatan warga, pengelolaan wisata hiu paus juga memberikan kontribusi bagi pemerintah desa melalui pembagian pendapatan jasa wisata.
Ia mengungkapkan, "Sepuluh persen itu ke desa, karena di sini pangkalan hanya menarik jasa. Semua kegiatan di sini hanya menarik jasa."
- Penulis :
- Aditya Yohan



