HOME  ⁄  Ekonomi

BRIN Kembangkan Minyak Kemenyan untuk Parfum Premium dan Hilangkan Stigma Mistis

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BRIN Kembangkan Minyak Kemenyan untuk Parfum Premium dan Hilangkan Stigma Mistis
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Anggota lembaga pengelola hutan adat (LPHA) mengupas kulit pohon kemenyan di Hutan Adat Nenek Limo Hiang Tinggi Nenek Empat Betung Kuning Muara Air Dua, Kerinci, Jambi, Sabtu (28/6/2025). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YU.)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan minyak asiri dari getah kemenyan sebagai bahan dasar parfum premium sekaligus menghapus persepsi mistis yang selama ini melekat pada komoditas endemis Indonesia tersebut.

Minyak Kemenyan Dinilai Berpotensi Masuk Pasar Parfum Dunia

Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN Aswandi menjelaskan minyak asiri kemenyan memiliki karakter aroma tipe amber yang tegas, elegan, dan berbeda dengan aroma kemenyan mentah yang dibakar untuk keperluan ritual.

"Bahkan seandainya kalau kita datang ke hutan kemenyan sendiri, tidak ada aroma yang 'menakutkan' itu. Tidak ada," katanya.

BRIN memformulasikan minyak kemenyan sebagai base note parfum dengan memadukannya bersama minyak asiri khas Nusantara seperti nilam (patchouli), kenanga, melati, dan ekstrak jeruk untuk menghasilkan aroma yang mewah dan menyegarkan.

Aswandi mengatakan kandungan fitokimia pada kemenyan Indonesia, seperti cinnamein, benzyl benzoate, dan vanillin, memiliki keunikan yang tidak ditemukan pada spesies kemenyan dari negara lain sehingga berpotensi bersaing di pasar global.

BRIN Dorong Hilirisasi dan Kolaborasi dengan UMKM

Aswandi menilai Indonesia masih didominasi sebagai pengekspor resin kemenyan mentah ke sekitar 60 negara dengan volume mencapai 5.000 hingga 6.000 ton per tahun, sementara produk parfum dan kosmetik bernilai tinggi justru diimpor kembali dari luar negeri.

Selain sebagai bahan parfum, inovasi minyak kemenyan juga dinilai memiliki manfaat aroma terapi untuk membantu menenangkan pikiran, meningkatkan fokus, dan mendukung regenerasi kulit wajah.

BRIN membuka peluang kolaborasi bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan paten dan teknologi pemurnian kemenyan guna memperkuat industri parfum dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

"Di pekarangan kita punya nilam misalnya, di pekarangan kita punya serai wangi, ada kemenyan, kenapa enggak kita bikin sendiri saja, parfumnya? Kita bikin sendiri saja, aroma terapinya. Jadi selain kita mengurangi ketergantungan terhadap impor, kita juga punya ekonomi kreatif," tuturnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf