
Pantau - Petugas Sensus Ekonomi 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS) harus menempuh medan terjal dan menyusuri permukiman di Kampung Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, Jawa Barat, untuk mengumpulkan data yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional.
Pendataan dilakukan pada Selasa (28/7/2026) oleh petugas sensus Widi Nugroho yang mendapat tugas menghimpun informasi ekonomi masyarakat menggunakan metode wawancara langsung.
Menyusuri Permukiman Demi Mengumpulkan Data
Widi Nugroho yang mengenakan rompi bertuliskan "Petugas Sensus Ekonomi" harus melewati jalan sempit dan terjal untuk menjangkau rumah-rumah warga.
Riwayat penyakit jantung membuatnya harus menyesuaikan kemampuan fisik karena tidak seluruh lokasi dapat diakses menggunakan sepeda motor.
Setelah tiba di rumah warga bernama Jaenab, Widi memulai pendataan menggunakan aplikasi digital FASIH yang digunakan BPS untuk pelaksanaan wawancara tatap muka.
Sebelum mengajukan daftar pertanyaan, Widi lebih dahulu membangun komunikasi dengan menanyakan kabar serta aktivitas sehari-hari warga.
Data Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan
Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan BPS untuk menghimpun data yang menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan.
Data hasil sensus tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat, termasuk memetakan kebutuhan rantai pasok berbagai komoditas.
Pelaksanaan sensus di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan data yang dihimpun akurat sehingga dapat mendukung perencanaan pembangunan dan kebijakan ekonomi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan



