HOME  ⁄  Ekonomi

DJPb Mencatat 1.055 Transaksi di 75 Gerai Koperasi Merah Putih Sulawesi Tenggara Sepanjang 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

DJPb Mencatat 1.055 Transaksi di 75 Gerai Koperasi Merah Putih Sulawesi Tenggara Sepanjang 2026
Foto: (Sumber :Kepala Kanwil DJPb Sultra Imam Widhiyanto. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra).)

Pantau - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat pembelanjaan di 75 gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencapai 1.055 transaksi dengan nilai akumulasi Rp25,22 juta hingga Juli 2026.

Kepala Kanwil DJPb Sultra Imam Widhiyanto mengatakan transaksi tersebut berasal dari operasional gerai yang mulai berjalan pada Juli 2026.

"Penjualan itu didominasi oleh komoditas kebutuhan pokok serta energi bersubsidi, antara lain beras medium SPHP, Minyakita, gula, dan LPG 3 kilogram," ungkap Imam Widhiyanto.

Transaksi Masih Terpusat di Kota Kendari

Imam menjelaskan aktivitas perdagangan KDKMP di Sulawesi Tenggara belum merata karena lebih dari 99 persen volume transaksi masih terpusat di Kota Kendari.

Ia menyebutkan dari total 2.273 KDKMP yang telah terbentuk di 17 kabupaten dan kota, baru 75 gerai yang mulai beroperasi pada Juli 2026.

"Dari total 2.273 KDKMP yang telah terbentuk dan tersebar di 17 kabupaten/kota se-Sultra, baru 75 gerai yang mulai beroperasi pada Juli 2026 sehingga aktivitas ekonomi masyarakat masih terbatas di beberapa wilayah," ujarnya.

Pembangunan Gerai dan Kemitraan Terus Diperkuat

Imam mengungkapkan sebanyak 218 gerai telah selesai dibangun 100 persen, sedangkan 572 gerai masih dalam tahap konstruksi.

Secara keseluruhan terdapat 790 gerai atau sekitar 34,8 persen yang telah rampung maupun sedang dibangun.

"Untuk memperkuat ketersediaan pasokan barang di gerai, sebanyak 303 KDKMP telah mengajukan permohonan kemitraan kepada sejumlah badan usaha strategis, seperti Pertamina, Bulog, dan ID FOOD," kata Imam.

Ia menambahkan sebagian besar KDKMP di Sulawesi Tenggara saat ini masih berfokus pada penyelesaian administrasi usaha, persiapan gerai, pemantapan model bisnis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta integrasi ke dalam rantai pasok dan pasar.

Penulis :
Aditya Yohan