HOME  ⁄  Ekonomi

Kemnaker Perkuat Link and Match Magang Nasional 2026 dengan Kebutuhan Industri

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemnaker Perkuat Link and Match Magang Nasional 2026 dengan Kebutuhan Industri
Foto: (Sumber :Arsip foto - 1.800 peserta hadir secara luring dalam acara pembukaan di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Program Magang Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Batch ke-2 di wilayah Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Jakarta, Rabu (26/11/2025). (ANTARA/Aria Ananda).)

Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan penyelenggaraan Program Magang Nasional (MagangHub) 2026 difokuskan pada penguatan link and match antara lulusan baru perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri guna meningkatkan kesiapan kerja dan memperluas kesempatan kerja.

Fokus Perkuat Kecocokan dengan Dunia Industri

Kepala Biro Humas Kemnaker Faried Abdurrahman Nur Yuliono mengatakan penyempurnaan Program Magang Nasional 2026 merupakan tindak lanjut evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas kecocokan peserta dengan kebutuhan industri.

“Oleh karena itu, penyelenggaraan tahun ini diarahkan agar proses link and match lebih kuat, sebaran peserta lebih merata, bidang magang lebih beragam, dan posisi magang semakin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ungkap Faried.

Ia menjelaskan program magang tidak hanya menjadi sarana penempatan peserta, tetapi juga proses pembelajaran kerja yang melibatkan perusahaan, mentor, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang terus diperbaiki.

Berdasarkan data Kemnaker, sebanyak 102,6 ribu peserta mengikuti program magang dari total sekitar 370,5 ribu pendaftar dengan dukungan 11.772 perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia.

Monitoring dan Inklusivitas Ditingkatkan

Faried menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga kualitas pembelajaran, pendampingan mentor, kepatuhan penyelenggara, pelaporan, hingga hasil setelah peserta menyelesaikan program.

“Oleh karena itu, pada penyelenggaraan tahun 2026, Kemnaker memperkuat pemantauan sejak awal hingga selesai, evaluasi kualitas penyelenggara dan mentor, serta pelacakan hasil peserta setelah program berakhir,” ujarnya.

Selain itu, Kemnaker memperluas akses Program Magang Nasional dengan membuka kesempatan lebih besar bagi penyandang disabilitas agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih inklusif.

“Dengan demikian, program Magang Nasional tidak hanya menjadi program peningkatan kompetensi, tetapi juga bagian dari upaya memperluas akses kesempatan kerja yang lebih adil,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf