HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.351,61, Mayoritas Bursa Asia Kompak Berada di Zona Hijau

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.351,61, Mayoritas Bursa Asia Kompak Berada di Zona Hijau
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat 31,53 poin atau 0,53 persen ke posisi 6.351,61, mengikuti kenaikan mayoritas bursa saham di kawasan Asia.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru turun 1,22 poin atau 0,19 persen ke posisi 633,99.

Sentimen Global dan Domestik Mendorong Penguatan

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, "Bursa kawasan Asia didominasi penguatan, mengikuti reli di bursa Wall Street semalam yang mendorong indeks Dow Jones dan indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru."

Ia mengungkapkan, "Perkembangan ini dinilai dapat meredakan kekhawatiran terhadap inflasi, serta mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat."

Nico menjelaskan sentimen positif tersebut didukung oleh kuatnya kinerja laporan keuangan perusahaan.

Ia juga menyebut penurunan tajam harga minyak mentah global menjadi salah satu faktor yang mendorong optimisme pasar.

Investor turut mencermati laporan mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Dari dalam negeri, sentimen positif juga mewarnai pergerakan pasar.

Produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2026 secara kuartalan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Secara tahunan, PDB kuartal II 2026 mengalami penurunan.

Perlambatan inflasi pada Juli 2026 turut memberikan sentimen positif di tengah masih tingginya volatilitas harga pangan dan tekanan musiman akibat pengeluaran tahun ajaran baru.

Kepastian mengenai larangan ekspor logam tanah jarang (rare earth) juga menopang optimisme pasar setelah pemerintah kembali mengizinkan ekspor nikel, timah, dan komoditas lain yang mengandung unsur tanah jarang.

Pergerakan Sektor dan Aktivitas Perdagangan

IHSG dibuka menguat pada awal perdagangan.

Indeks bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama.

Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona hijau hingga perdagangan berakhir.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak sembilan sektor mencatat penguatan.

Sektor properti memimpin kenaikan dengan menguat 2,72 persen.

Sektor barang baku naik 2,17 persen.

Sektor transportasi dan logistik menguat 1,59 persen.

Sementara itu, sektor barang konsumen nonprimer turun 0,10 persen.

Sektor teknologi melemah 0,07 persen.

Saham SLIS menjadi emiten dengan penguatan harga terbesar.

Saham CBPE, TRUK, TALF, dan VKTR juga masuk dalam daftar penguatan tertinggi.

Di sisi lain, saham BACH mencatat pelemahan harga terbesar.

Saham MORA, ENZO, PRDL, dan MBTO turut berada dalam daftar saham dengan penurunan terdalam.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.316.000 kali transaksi.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 39,26 miliar lembar saham.

Nilai transaksi mencapai Rp14,91 triliun.

Sebanyak 422 saham menguat.

Sebanyak 223 saham melemah.

Sebanyak 318 saham tidak mengalami perubahan harga.

Mayoritas bursa saham Asia juga ditutup menguat.

Indeks Nikkei naik 3,60 persen ke level 66.258,00.

Indeks Shanghai menguat 1,47 persen ke level 3.878,43.

Indeks Hang Seng naik 0,24 persen ke level 25.915,82.

Indeks Kospi menguat 3,76 persen ke level 6.598,26.

Indeks Straits Times menjadi satu-satunya indeks yang melemah dengan turun 0,50 persen ke level 5.581,37.

Penulis :
Leon Weldrick