
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjajaki potensi kolaborasi dan investasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama sejumlah bupati ke wilayah IKN sebagai upaya membangun sinergi dengan calon ibu kota negara.
Kunjungan Gubernur Ahmad Luthfi beserta rombongan disambut oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bersama jajaran.
Rombongan dari Jawa Tengah terdiri atas jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah, jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Tengah, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, dan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.
Peluang Kerja Sama di Berbagai Sektor
Salah satu potensi kerja sama yang dijajaki adalah pemasaran produk furnitur asal Kabupaten Jepara ke kawasan IKN.
Ahmad Luthfi mengungkapkan, "Di Jepara itu adalah daerah yang sudah dikenal dengan produk furnitur. Saya coba melihat potensi apakah ada peluang kerja sama furnitur di IKN dari Jawa Tengah."
Selain sektor furnitur, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menjajaki peluang kolaborasi melalui dinas-dinas terkait, BUMD termasuk sektor perbankan, serta perguruan tinggi di Jawa Tengah.
Potensi kolaborasi tersebut ditawarkan karena proses perencanaan pembangunan IKN masih membuka ruang bagi berbagai bentuk kerja sama.
Ahmad Luthfi menegaskan, "Intinya Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga."
Dalam pertemuan tersebut, Otorita IKN turut memaparkan perkembangan pembangunan IKN kepada rombongan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah beserta skema pendanaan yang menjadi dasar percepatan pembangunan.
Otorita IKN Buka Peluang Sinergi dengan Daerah
Otorita IKN menjelaskan pembangunan IKN saat ini didukung melalui empat sumber pembiayaan, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, dan hibah.
Hingga saat ini, realisasi investasi swasta di IKN mencapai Rp74,54 triliun yang berasal dari 67 investor.
Nilai proyek yang dibiayai melalui skema KPBU tercatat mencapai Rp134,25 triliun.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa Otorita IKN terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Indonesia, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Basuki menilai sinergi antardaerah merupakan faktor penting dalam memperkuat ekosistem pembangunan IKN sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan.
Basuki mengatakan, "Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal."
Basuki menjelaskan bahwa peluang kerja sama tidak hanya terbatas pada investasi.
Kerja sama juga dapat mencakup berbagai sektor strategis yang mendukung pengembangan kawasan IKN.
Sektor yang berpotensi dikerjasamakan meliputi penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, dan pariwisata.
- Penulis :
- Shila Glorya



