HOME  ⁄  Ekonomi

Bobby Nasution Siapkan Rp2 Miliar untuk Bangun Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bobby Nasution Siapkan Rp2 Miliar untuk Bangun Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara
Foto: Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama anggota DPRD Sumut didampingi sejumlah pimpinan OPD berdialog dengan masyarakat Nias Utara di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Jumat 7/8/2026 (sumber: Diskominfo Sumut)

Pantau - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyiapkan anggaran Rp2 miliar untuk membangun rumah produksi kelapa di Kabupaten Nias Utara, Kepulauan Nias, Sumatera Utara, guna meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa milik petani.

Rencana pembangunan tersebut disampaikan Bobby setelah menghadiri kegiatan Sapa Daerah di Lauru Fadoro, Nias Utara, Kepulauan Nias, Sabtu, 8 Agustus 2026.

"Program ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil kelapa yang diproduksi para petani," ujar Bobby.

Rumah Produksi Dilengkapi Mesin Pengolahan Kelapa

Rumah produksi kelapa tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas pengolahan untuk mendukung produksi kelapa beserta produk turunannya.

Fasilitas yang direncanakan meliputi mesin produksi kopra, solar dryer, mesin pengupas batok kelapa, mesin pemilah, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Provinsi Sumatera Utara menyebut anggaran pembangunan rumah produksi kelapa tersebut mencapai Rp2 miliar.

Pembangunan fasilitas tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada 2026.

Rumah produksi tidak hanya digunakan untuk menghasilkan kopra, tetapi juga dirancang untuk mengembangkan produk turunan kelapa lainnya.

"Selain menghasilkan kopra, rumah produksi tersebut juga akan mengembangkan produksi arang batok kelapa," ujar Bobby lagi.

Potensi kelapa di Kepulauan Nias tercatat cukup besar berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara pada 2023.

Luas tanaman kelapa perkebunan rakyat di Kepulauan Nias mencapai 44.498 hektare dengan produksi sebanyak 34.763 ton.

Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu mengatakan wilayahnya mempunyai potensi besar pada sektor pariwisata dan komoditas kelapa.

"Nias Utara ini potensinya pariwisata dan kelapa. Kelapa ini, lebih 30 kilometer dari sini kelapa semua. Tahun 2026 ini banyak program pak Gubernur di Nias Utara, salah satunya rumah kelapa di desa ini dan pembangunan beberapa ruas jalan," kata Amizaro.

Pemerintah Kabupaten Nias Utara mengapresiasi rencana pembangunan rumah produksi tersebut yang menjadi salah satu program Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada 2026.

Pemprov Sumut Siapkan Hampir Rp500 Miliar untuk Kepulauan Nias

Selain rumah produksi kelapa, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berencana mengalokasikan anggaran hampir Rp500 miliar untuk berbagai program pembangunan di Kepulauan Nias pada 2026.

Bobby menyebut nilai tersebut meningkat dibandingkan anggaran tahun sebelumnya yang berada pada kisaran Rp250 miliar hingga Rp300 miliar.

"Kepulauan Nias sendiri tahun lalu kami anggarkan seluruh program pembangunan Rp250 sampai Rp300 miliar. Tahun ini, kami tingkatkan menjadi hampir Rp500 miliar untuk Kepulauan Nias. Kabar baik khusus untuk Nias Utara dari Rp500 miliar," katanya lagi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menetapkan tiga prioritas arah pembangunan Kepulauan Nias, yakni menjadikannya sebagai sentra perekonomian, sentra produksi, serta memperkuat sektor pariwisata.

Dalam pembagian arah pembangunan tersebut, Kabupaten Nias Utara diarahkan menjadi salah satu sentra produksi.

"Nias Utara diarahkan sebagai salah satu sentra produksi di Kepulauan Nias," kata Bobby lagi.

Selain pembangunan rumah produksi kelapa, sejumlah program Pemprov Sumut lainnya direncanakan berlangsung di Nias Utara pada 2026, termasuk pembangunan beberapa ruas jalan.

Kunjungan Bobby ke Nias Utara turut didampingi anggota DPRD Sumatera Utara serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Bakti Adil Waruwu, warga Nias Utara, mengaku terharu atas kedatangan gubernur bersama rombongan ke desanya.

Bakti menyebut pertemuan tersebut menjadi pengalaman bersejarah bagi masyarakat setempat karena menurut pengakuannya baru kali ini mereka dapat bertemu langsung dengan Gubernur Sumatera Utara setelah Indonesia merdeka selama 80 tahun.

"Kami terharu, 80 tahun merdeka baru ini kami bertemu Gubernur Sumatera Utara," kata Bakti.

Penulis :
Arian Mesa