HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah 0,69 Persen, Keyakinan Konsumen dan Sentimen Global Membayangi Pasar

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah 0,69 Persen, Keyakinan Konsumen dan Sentimen Global Membayangi Pasar
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 44,28 poin atau 0,69 persen ke level 6.365,37 pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, di tengah kombinasi sentimen domestik dan global.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut terkoreksi 6,16 poin atau 0,96 persen menjadi 634,13.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico mengatakan pergerakan pasar dipengaruhi faktor dari dalam dan luar negeri.

"Pergerakan IHSG dipengaruhi katalis sentimen eksternal dan juga internal," ungkap Nico.

Keyakinan Konsumen Melambat

Dari dalam negeri, hasil survei Bank Indonesia menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2026 melambat menjadi 116,8 dari 117,8 pada bulan sebelumnya.

IKK masih berada pada level optimistis karena berada di atas 100, tetapi penurunannya mengindikasikan pelemahan daya beli konsumen seiring kondisi ekonomi rumah tangga.

Pelemahan keyakinan konsumen juga tercermin pada Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

IKE tercatat sebesar 107,9 pada Juli 2026, lebih rendah dibandingkan 109,2 pada bulan sebelumnya.

IEK juga turun menjadi 125,7 dari 126,4 pada bulan sebelumnya.

Data Tenaga Kerja AS dan Geopolitik Jadi Perhatian

Dari eksternal, mayoritas bursa regional Asia bergerak menguat setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan kondisi yang lebih lemah daripada perkiraan.

Jumlah pekerjaan nonpertanian AS secara tak terduga berkurang 23.000 pada Juli 2026, sementara revisi turun tajam terhadap data dua bulan sebelumnya memperkuat indikasi memburuknya kondisi pasar tenaga kerja.

Melemahnya pasar tenaga kerja membuat ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 mereda.

Peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2026 diperkirakan sekitar 44 persen, turun dari 67 persen pada sepekan sebelumnya.

Pelaku pasar selanjutnya menanti data inflasi AS yang dijadwalkan dirilis pada pekan ini untuk mencari petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter.

Selain perkembangan ekonomi AS, pasar mencermati situasi geopolitik di Timur Tengah setelah Iran membantah telah melakukan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat meskipun Washington menyatakan kesepakatan sudah dekat.

Teheran mempertahankan sejumlah tuntutan sebelum menyetujui kesepakatan, yakni berakhirnya blokade angkatan laut AS, pencabutan sanksi, serta pemberian kompensasi atas kerusakan terkait perang.

Kekhawatiran terhadap pasokan turut meningkat setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menyatakan telah menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco.

IHSG Berbalik ke Zona Merah

IHSG sempat dibuka menguat pada awal perdagangan sebelum berbalik ke teritori negatif dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi pertama.

Pada sesi kedua, IHSG tetap bergerak di zona merah hingga akhirnya ditutup pada level 6.365,37.

Data sektoral IDX-IC yang tercantum menunjukkan ketidakkonsistenan angka, termasuk sektor barang konsumen primer yang pada satu bagian disebut turun 1,15 persen, sementara pada bagian lain tercatat melemah 0,34 persen.

Ketidakkonsistenan juga terdapat pada data sektor industri yang pada satu bagian dicantumkan bersama penurunan sektor infrastruktur sebesar 1,10 persen tanpa angka industri yang lengkap, sedangkan pada bagian lain sektor industri disebut turun 0,38 persen.

Pada bagian data yang menyebut sembilan sektor melemah, sektor kesehatan tercatat mengalami penurunan terdalam sebesar 0,60 persen.

Saham GIAA, GMFI, SULI, STAR, dan IOTF tercatat sebagai saham dengan penguatan harga terbesar.

Sebaliknya, FORU, BAIK, VOKS, MITI, dan RODA menjadi saham dengan pelemahan harga terbesar.

Aktivitas perdagangan mencapai 2.607.000 kali transaksi dengan volume 45,45 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp18,18 triliun.

Sebanyak 306 saham menguat, 340 saham melemah, dan 317 saham tidak mengalami perubahan harga.

Bursa Asia Mayoritas Menguat

Di kawasan Asia, indeks Nikkei menguat 2,22 persen menjadi 67.064,00, sedangkan indeks Shanghai naik 0,67 persen menjadi 3.966,59.

Indeks Hang Seng menguat 1,05 persen menjadi 25.937,49, sementara indeks Kospi naik 0,65 persen menjadi 6.299,66.

Indeks Strait Times juga menguat 1,05 persen dan berakhir di level 5.694,43.

Penulis :
Leon Weldrick