
Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menambahkan informasi mengenai status afiliasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi pasar modal dan memudahkan investor memahami struktur kepemilikan saham emiten.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan informasi tersebut akan ditampilkan melalui kolom baru dalam publikasi data kepemilikan saham di atas 1 persen.
"Ke depan, kami akan tambahkan lagi satu kolom yang memberikan informasi apakah pemegang saham di atas 1 persen ini terafiliasi atau tidak terafiliasi," kata Jeffrey.
Pernyataan tersebut disampaikan Jeffrey dalam konferensi pers Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di Main Hall BEI, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.
BEI Perkaya Informasi Kepemilikan Saham
Jeffrey menjelaskan, pada tahap awal publikasi data kepemilikan saham di atas 1 persen, BEI hanya menampilkan nama pemegang saham.
Informasi tersebut kemudian dikembangkan dengan mencantumkan tipe investor yang memiliki saham di atas 1 persen.
Selanjutnya, BEI akan menambahkan status afiliasi sehingga publik dapat mengetahui apakah pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen memiliki hubungan afiliasi atau tidak.
Menurut Jeffrey, keberadaan informasi tersebut akan membantu masyarakat dan investor membaca serta memahami data kepemilikan saham secara lebih mudah.
"Sehingga, publik akan lebih mudah menggunakan data tersebut. Demikian juga dengan informasi lainnya. Ini akan terus kami kembangkan untuk memberikan informasi dan layanan yang lebih baik kepada publik," ungkap Jeffrey.
Jeffrey menegaskan penguatan transparansi dan keterbukaan informasi bukan hanya dilakukan sebagai respons terhadap berbagai persoalan yang sebelumnya terjadi di pasar modal.
BEI, menurut dia, tengah membangun fondasi pasar modal Indonesia agar mampu menjawab berbagai kebutuhan pada masa mendatang.
BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Rp30.000 Triliun pada 2030
Penguatan fondasi pasar modal tersebut juga berkaitan dengan sasaran pengembangan BEI hingga 2030.
Dalam peta jalan pasar modal, BEI menargetkan kapitalisasi pasar sedikitnya mencapai Rp30.000 triliun pada 2030.
Dengan nilai tersebut, kapitalisasi pasar modal Indonesia diharapkan dapat mencapai lebih dari 83 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
BEI juga menargetkan rata-rata nilai transaksi harian mencapai lebih dari Rp31 triliun pada 2030.
Dari sisi jumlah emiten, BEI membidik lebih dari 1.100 perusahaan tercatat, sedangkan jumlah investor pasar modal Indonesia ditargetkan melampaui 35 juta investor.
"Ini adalah resolusi kami untuk mengantisipasi masa depan. Kami sudah mencanangkan apa yang harus dicapai oleh Bursa Efek Indonesia di tahun 2030," kata Jeffrey.
- Penulis :
- Shila Glorya



