HOME  ⁄  Ekonomi

Lampung Targetkan Produksi Tebu 11 Juta Ton pada 2026 untuk Dukung Swasembada Gula Nasional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Lampung Targetkan Produksi Tebu 11 Juta Ton pada 2026 untuk Dukung Swasembada Gula Nasional
Foto: Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Lampung Desti Arisandi memberikan keterangan terkait perkembangan komoditas di Lampung (sumber: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Pantau - Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan produksi tebu mencapai 11 juta ton pada 2026 untuk mendukung pencapaian swasembada gula nasional.

Target tersebut meningkat sekitar 1,71 juta ton dibandingkan produksi tebu Lampung pada 2025 yang tercatat mencapai 9,29 juta ton.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Desti Arisandi mengatakan produksi tebu Lampung dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan hingga membawa provinsi tersebut menjadi produsen tebu terbesar kedua secara nasional.

"Provinsi Lampung berdasarkan data statistik beberapa tahun lalu produksi tebunya berada di urutan ketiga, tapi pada 2025 Lampung naik jadi urutan kedua dalam produksi tebu secara nasional. Dan di 2025 produksi mencapai 9,29 juta ton hampir 10 juta ton. Karena itu pada 2026 ditargetkan naik menjadi 11 juta ton," ungkap Desti.

Lampung saat ini berada di posisi kedua sebagai daerah penghasil tebu terbesar di Indonesia setelah Provinsi Jawa Timur.

Selama ini, Lampung menyumbang sekitar 28 persen terhadap produksi tebu nasional yang berada di kisaran 40 juta ton.

Sejalan dengan target produksi tersebut, pengembangan tanaman tebu di Lampung pada 2026 juga diperluas hingga 13 ribu hektare.

Lampung Tengah dan Tulang Bawang Miliki Lahan Tebu Terluas

Lampung Tengah dan Tulang Bawang menjadi dua kabupaten dengan luas tanaman tebu terbesar di Lampung berdasarkan keseluruhan areal perkebunan swasta, rakyat, dan milik negara.

"Daerah yang memiliki lahan tanam tebu terluas di Lampung, berdasarkan data dari keseluruhan berdasarkan perkebunan swasta, perkebunan rakyat dan perkebunan milik negara, ada di Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Tulang Bawang," ungkap Desti.

Luas tanaman tebu di Kabupaten Lampung Tengah mencapai 50 ribu hektare, sementara Kabupaten Tulang Bawang juga memiliki sekitar 50 ribu hektare.

Kabupaten Lampung Utara memiliki sekitar 10 ribu hektare tanaman tebu, sedangkan Kabupaten Tulang Bawang Barat sekitar 500 hektare.

Waykanan Jadi Sentra Perkebunan Tebu Rakyat Terluas

Khusus perkebunan tebu rakyat, Kabupaten Waykanan menjadi wilayah dengan areal terluas di Lampung dengan luas mencapai 15.500 hektare.

"Untuk perkebunan tebu rakyat di Lampung yang terluas ada di Kabupaten Waykanan dengan luas 15.500 hektare, Lampung Tengah 11.000 hektare, Lampung Utara 6.000 hektare, dan Tulang Bawang 1.100 hektare," ungkap Desti.

Secara rinci, perkebunan tebu rakyat di Waykanan mencapai 15.500 hektare, Lampung Tengah 11.000 hektare, Lampung Utara 6.000 hektare, dan Tulang Bawang 1.100 hektare.

Pada 2025, produksi tebu Lampung mencapai 9,29 juta ton dengan produksi gula kristal putih sebanyak 724.068 ton.

Produktivitas tercatat sebesar 5.205 kilogram per hektare dengan luas tanaman menghasilkan mencapai 139.119 hektare.

Target produksi 11 juta ton pada 2026 diarahkan untuk memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu sentra utama tebu nasional sekaligus meningkatkan kontribusi daerah terhadap program swasembada gula Indonesia.

Penulis :
Arian Mesa