
Pantau - Perahu listrik menjadi salah satu moda transportasi ramah lingkungan yang mendukung mobilitas wisatawan dan warga di kawasan Wisata Karst Rammang-Rammang, Maros, Sulawesi Selatan, sekaligus membantu menjaga kenyamanan kawasan yang berstatus warisan dunia UNESCO.
Perahu listrik bantuan PT PLN tersebut memiliki suara mesin yang lebih senyap dibandingkan perahu berbahan bakar minyak sehingga wisatawan dapat menikmati panorama kawasan karst tanpa terganggu deru mesin.
Anggota Komunitas Anak Sungai, Sunardi, menyebut penggunaan perahu listrik juga lebih hemat dibandingkan perahu yang mengandalkan bahan bakar minyak.
Perahu tersebut tidak hanya digunakan untuk mengantar wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga membantu mobilitas anak-anak di sekitar kawasan wisata untuk pergi ke sekolah.
Wisatawan mancanegara dari sejumlah negara seperti Arab Saudi, Belanda, Spanyol, dan Australia juga menggunakan perahu listrik sebagai moda transportasi selama mengunjungi Rammang-Rammang.
Perahu Listrik Dukung Kelestarian Rammang-Rammang
Kawasan Rammang-Rammang memiliki bentang alam karst serta sejumlah lokasi wisata yang diperkirakan berasal dari 5.000 hingga 20.000 tahun lalu.
Salah satu peninggalan tersebut berada di sebuah gua purbakala di sekitar Dermaga 1 yang menyimpan lukisan telapak tangan manusia prasejarah berusia puluhan ribu tahun.
Kawasan tersebut juga memiliki Telaga Bidadari yang menjadi salah satu tujuan wisatawan untuk menikmati panorama alam.
Penggunaan kendaraan ramah lingkungan dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan kawasan dengan kekayaan alam dan peninggalan sejarah tersebut.
Perahu listrik juga digunakan untuk membawa Tim Asesor UNESCO berkeliling Rammang-Rammang ketika melakukan penilaian pada 2022 dan kembali digunakan saat proses validasi kawasan pada 2026.
Bantuan perahu listrik dari PLN kemudian diikuti pemerintah daerah setempat yang memberikan tiga unit perahu listrik sehingga armada transportasi ramah lingkungan di kawasan tersebut bertambah.
PLN Bangun Infrastruktur Pengisian Daya
Pengadaan perahu listrik merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN untuk mendukung energi bersih, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.
Perahu berbahan serat tersebut menggunakan mesin berkapasitas 1,47 kilowatt dengan baterai DC 2x58 volt serta memiliki panjang 6,2 meter dan lebar satu meter.
Satu perahu mampu mengangkut hingga tujuh wisatawan dalam satu perjalanan.
Manager PLN Unit Layanan Pelanggan Maros Sadrach menyampaikan bahwa perahu listrik tidak hanya memiliki suara yang senyap, tetapi juga tidak menimbulkan polusi di kawasan wisata Rammang-Rammang.
Untuk mendukung operasional armada tersebut, PLN membangun Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) berkapasitas 7.700 watt di Dermaga 2.
Fasilitas tersebut memungkinkan pengisian ulang daya perahu listrik dilakukan dalam waktu sekitar dua hingga tiga jam.
PLN juga mempertimbangkan pembangunan bengkel perawatan perahu listrik serta penambahan fasilitas SPLU apabila jumlah perahu listrik di Rammang-Rammang terus bertambah.
Kehadiran perahu listrik melalui program TJSL tersebut mendukung penghematan energi dan kelestarian lingkungan sekaligus membantu konektivitas transportasi wisatawan maupun masyarakat sekitar kawasan Rammang-Rammang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



