HOME  ⁄  Ekonomi

Perdagangan Emisi Karbon China Tembus 930 Juta Ton, Cakupan Pasar Bakal Diperluas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Perdagangan Emisi Karbon China Tembus 930 Juta Ton, Cakupan Pasar Bakal Diperluas
Foto: (Sumber :Proyek integrasi pertanian dan pembangkit listrik fotovoltaik di Kabupaten Huimin, Kota Binzhou, Provinsi Shandong, China (3/6/2026). (Xinhua/Wang Jun).)

Pantau - Volume perdagangan kumulatif pasar hak emisi karbon nasional China telah melampaui 930 juta ton hingga akhir Juli 2026, seiring upaya pemerintah memperluas cakupan perdagangan ke lebih banyak industri penghasil emisi tinggi.

Menteri Ekologi dan Lingkungan Hidup China Huang Runqiu menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers pada Kamis (13/8/2026).

China Perluas Pasar Perdagangan Karbon

Pasar perdagangan hak emisi karbon nasional China mulai beroperasi pada 2021 dan digunakan untuk membantu berbagai industri memangkas emisi karbon dengan biaya lebih rendah.

Pemerintah China menilai mekanisme tersebut turut memberikan kontribusi terhadap transisi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon.

China juga telah menerbitkan Rencana Lima Tahun ke-15 untuk Membangun China yang Indah yang menyerukan perluasan cakupan pasar perdagangan hak emisi karbon secara bertahap.

Rencana tersebut turut menargetkan peningkatan jumlah partisipan pasar dan pengurangan emisi karbon per unit produk yang tercakup dalam perdagangan sekitar 3 persen.

Pemerintah menyebut struktur energi, industri, dan transportasi China terus mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari upaya mengatasi perubahan iklim.

Industri Beremisi Tinggi Bakal Masuk Pasar

Wakil Menteri Ekologi dan Lingkungan Hidup China Li Gao mengatakan pemerintah akan memperluas pasar karbon nasional ke sejumlah industri penghasil emisi tinggi, termasuk petrokimia dan bahan kimia.

Cakupan itu akan melengkapi sektor pembangkit listrik, baja, semen, dan peleburan aluminium yang telah masuk dalam pasar karbon.

"Perluasan ini akan menempatkan sekitar 80 persen emisi karbon dioksida negara itu di bawah kendali yang efektif," ujar Li.

China juga akan mendorong transisi hijau dan rendah karbon pada sektor utama, termasuk energi, industri, transportasi, serta pembangunan perkotaan dan pedesaan.

"Sementara itu, negara tersebut akan memperkuat pengendalian emisi gas rumah kaca nonkarbon dioksida seperti metana," kata Li.

Penulis :
Aditya Yohan