
Pantau - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG meraih ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI setelah berbagai program dekarbonisasi perusahaan berkontribusi menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca cakupan satu atau Scope 1 sebesar 21 persen dibandingkan tahun dasar 2010.
Sekretaris Perusahaan SIG Vita Mahreyni mengatakan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG) dilakukan melalui penggunaan bahan bakar alternatif, pemanfaatan energi lebih bersih, dan pengembangan semen rendah karbon.
"Penerapan prinsip ESG merupakan landasan bagi SIG dalam menjalankan operasional bisnis," kata Vita dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
SIG Tingkatkan Pemanfaatan Bahan Bakar Alternatif
SIG memperoleh ESG Award 2026 pada sektor Capital Market kategori Listed Company.
Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat kepada Pgs Group Head of Strategic Growth and ESG SIG Muhammad Taqiyuddin.
Sepanjang 2025, SIG meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif sebesar 24 persen menjadi 681 ribu ton yang berasal antara lain dari limbah industri, biomassa, dan sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).
Pemanfaatan bahan bakar alternatif tersebut setara dengan pengurangan konsumsi batu bara hingga 467 ribu ton dan meningkatkan tingkat substitusi energi panas atau thermal substitution rate (TSR) menjadi 9,77 persen.
Perusahaan juga menggunakan panel surya di sejumlah unit operasional serta teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk mengubah panas buang proses produksi menjadi energi listrik.
Berbagai program tersebut berkontribusi terhadap penurunan intensitas emisi gas rumah kaca Scope 1 sebesar 21 persen dibandingkan tahun dasar 2010, sedangkan emisi Scope 2 turun 15 persen dibandingkan tahun dasar 2019.
SIG Kembangkan Semen Hijau Rendah Karbon
Selain menekan emisi dari kegiatan operasional, SIG mengembangkan semen hijau menggunakan material dan proses produksi yang menghasilkan emisi karbon lebih rendah.
Sejumlah produk semen hijau SIG disebut memiliki emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional dengan tetap memenuhi standar kualitas sesuai peruntukannya.
Vita mengatakan strategi dekarbonisasi dan penerapan ESG perusahaan mengacu pada Sustainability Roadmap 2030.
"Untuk memastikan penerapan ESG berjalan secara konsisten, SIG memiliki Sustainability Roadmap 2030 yang menjadi acuan dalam menetapkan strategi, indikator, dan target keberlanjutan," ujar Vita.
ESG Award by KEHATI merupakan penghargaan yang digagas Yayasan KEHATI sejak 2023 untuk mendorong penerapan ESG dan pengembangan investasi berkelanjutan.
Pada 2026, penghargaan tersebut mencakup empat lingkup, yakni Capital Market, Impact Investment, Debt & Project Financing, serta Best Facilitator.
SIG juga mencatat ESG Rating 2025 dari Sustainalytics dengan predikat Medium Risk dan skor 25 serta memperoleh skor 49 dalam Corporate Sustainability Assessment (CSA) S&P dan S&P ESG Rating.
"Seluruh pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi SIG untuk terus mengakselerasi target-target keberlanjutan yang telah ditetapkan dalam Sustainability Roadmap 2030, sekaligus memperkuat kontribusi Perusahaan terhadap terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Indonesia," ucap Vita.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



