
Pantau – Pemerintah mengalokasikan anggaran program ketahanan pangan sebesar Rp195,3 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Anggaran tersebut meningkat 2,3 persen dibandingkan proyeksi APBN 2026 sebesar Rp190,9 triliun.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan peningkatan anggaran tersebut menunjukkan komitmen pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional.
“Anggaran ketahanan pangan tetap tinggi di Rp195,3 triliun,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Anggaran tersebut akan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pangan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.
Pemerintah juga menargetkan penguatan stabilitas pasokan dan harga pangan, peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, serta pengembangan sistem pangan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
Sejumlah program telah disiapkan, antara lain pengembangan kawasan padi seluas 2,7 juta hektare, pencetakan sawah 100.000 hektare, serta optimasi lahan pertanian seluas 200.000 hektare. Pemerintah juga menyiapkan 23.528 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) prapanen untuk subsektor tanaman pangan.
Di sektor pendukung, anggaran ketahanan pangan mencakup revitalisasi lahan garam seluas 616 hektare, pengembangan jaringan irigasi 55.765 hektare, serta pembangunan 14 bendungan yang masih dalam tahap pengerjaan.
Pemerintah juga berencana meningkatkan fasilitas bagi 400 kampung nelayan serta menyalurkan bantuan pangan untuk 5.000 penerima dan menjalankan gerakan pangan murah bagi 38 kelompok masyarakat.
Sementara itu, RAPBN 2027 menargetkan pendapatan negara Rp3.426 triliun dan belanja negara Rp4.097,2 triliun. Defisit anggaran diproyeksikan sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap PDB.
- Penulis :
- Aditya Andreas



