HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonom Sebut Likuiditas Menentukan Kredibilitas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Indonesia

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ekonom Sebut Likuiditas Menentukan Kredibilitas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Indonesia
Foto: Ilustrasi - Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis (5/1/2023).

Pantau - Likuiditas perdagangan dinilai menjadi faktor utama yang menentukan kredibilitas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang ditargetkan pemerintah mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan bursa hanya mampu menghasilkan harga acuan yang dipercaya apabila memiliki kedalaman pasar yang memadai sehingga harga tidak mudah dipengaruhi satu pihak.

Menurut Yusuf, keberhasilan bursa perlu diukur dari besarnya perdagangan fisik komoditas seperti nikel, batu bara, dan sawit yang benar-benar berlangsung melalui bursa dalam dua hingga tiga tahun pertama pengoperasiannya.

Pengalaman Bursa CPO Jadi Pembelajaran

Yusuf menilai pengalaman Bursa CPO (crude palm oil) Indonesia yang telah berjalan sejak 2023 dapat menjadi pembelajaran dalam membangun BMKS.

Menurut dia, harga CPO Indonesia yang masih berada di bawah harga acuan Malaysia dan Rotterdam menunjukkan pasar domestik belum cukup dalam untuk membentuk harga yang dipercaya sebagai cerminan nilai komoditas.

“Kalau kondisi ini berulang, bursa akan lebih banyak dipandang sebagai kewajiban administratif daripada tempat pembentukan harga,” ujarnya.

Selain likuiditas, kredibilitas bursa membutuhkan dukungan pasar fisik berupa gudang dan fasilitas penyimpanan tersertifikasi, standar mutu yang diakui pembeli internasional, titik serah yang jelas, serta lembaga kliring dengan modal dan dana jaminan memadai.

Harga yang terbentuk di bursa juga harus terhubung dengan transaksi serta serah terima fisik komoditas.

Yusuf menilai bursa dapat menjadi acuan harga apabila harga yang terbentuk digunakan dalam kontrak internasional serta pembeli dan pedagang asing dapat berpartisipasi dan melakukan lindung nilai dengan kepastian aturan.

Pemerintah Targetkan BMKS Beroperasi Januari 2027

Yusuf turut mengingatkan pentingnya pemisahan peran antara pemilik bursa, pengelola kliring, regulator, dan pelaku perdagangan negara untuk mencegah potensi konflik kepentingan.

Menurut dia, persoalan tersebut menjadi salah satu risiko reputasi yang perlu diperhatikan sejak awal pengoperasian BMKS.

Pemerintah menargetkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pembentukan harga sejumlah komoditas ekspor strategis.

Melalui bursa tersebut, pemerintah berencana membangun Indonesia Reference Price sebagai harga acuan nasional bagi sejumlah komoditas unggulan ekspor.

BMKS juga ditargetkan membentuk pasar yang lebih dalam, transparan, dan likuid dengan mempertemukan produsen, petani, eksportir, pembeli, serta investor dalam satu ekosistem perdagangan berbasis data transaksi yang terbuka dan kredibel.

Penulis :
Gerry Eka