HOME  ⁄  Ekonomi

Tim Ekspedisi Patriot UI Bangun Jembatan Wondama untuk Perkuat Akses dan Ekonomi Warga

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Tim Ekspedisi Patriot UI Bangun Jembatan Wondama untuk Perkuat Akses dan Ekonomi Warga
Foto: (Sumber :Anggota Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari Universitas Indonesia (UI) bersama masyarakat membangun Jembatan Patriot UI Wondama, di Lokus Werianggi, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. ANTARA/HO-Kementerian Transmigrasi.)

Pantau - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia bersama masyarakat membangun Jembatan Patriot UI Wondama di Lokus Werianggi, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari Bakti Transmigrasi dalam program TEP 2026 Kementerian Transmigrasi untuk mempermudah mobilitas sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengapresiasi keterlibatan TEP UI yang tidak hanya melakukan kajian, tetapi juga melaksanakan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Saya mengapresiasi kepedulian Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia yang bertugas di Lokus Werianggi, Teluk Wondama. Kehadiran mereka tidak berhenti pada kajian dan rekomendasi, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” kata Iftitah dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Jembatan Dibangun Bersama Masyarakat Werianggi

Jembatan Patriot UI Wondama dibangun melalui kolaborasi anggota TEP UI dengan masyarakat Werianggi untuk memperkuat konektivitas di kawasan transmigrasi.

Iftitah mengatakan pembangunan tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan pengabdian yang menjadi bagian dari Transformasi Transmigrasi.

Transformasi Transmigrasi menempatkan masyarakat sebagai bagian utama pembangunan kawasan sehingga anggota TEP didorong memahami kondisi dan kebutuhan warga secara langsung.

Tim juga melakukan pemetaan potensi kawasan serta mengidentifikasi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Semangat kemerdekaan harus kita maknai dengan menghadirkan kemajuan yang nyata. Dari Werianggi, kita melihat bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar,” ujar Iftitah.

Menurut Iftitah, kepedulian, gotong royong, dan keberanian untuk terjun langsung dapat menjadi awal perubahan bagi masyarakat.

Sebanyak 22 Anggota TEP UI Terlibat

Perwakilan Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI Hendra Kaprisma mengatakan pembangunan jembatan menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

“Jembatan ini bagi kami bukan hanya soal memperbaiki sebuah akses yang rusak. Ini adalah simbol bahwa pembangunan akan menjadi lebih kuat ketika dilakukan bersama. Ada pemerintah, perguruan tinggi, dan yang paling penting adalah masyarakat yang ikut bekerja dan memiliki pembangunan tersebut,” ujar Hendra.

Sebanyak 22 anggota TEP UI dari 20 tim yang ditempatkan di kawasan Werianggi-Werabur terlibat langsung dalam pembangunan Jembatan Patriot UI Wondama.

Secara nasional, Kementerian Transmigrasi menugaskan 1.476 peserta TEP 2026 yang terbagi dalam 246 tim untuk bekerja di 53 kawasan transmigrasi.

Lokasi penugasan meliputi 41 Kawasan Transmigrasi Prioritas Nasional, dua kawasan prioritas Kementerian Transmigrasi, dan 10 kawasan transmigrasi di Papua.

Keterlibatan TEP UI tersebut mencakup kegiatan riset, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan kawasan.

Kementerian Transmigrasi mengarahkan Transformasi Transmigrasi tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan kawasan yang terhubung, produktif, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis :
Ahmad Yusuf