HOME  ⁄  Ekonomi

Mentan Amran Minta Pejabat Kementan dan Bapanas Jaga Integritas serta Jauhi Korupsi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mentan Amran Minta Pejabat Kementan dan Bapanas Jaga Integritas serta Jauhi Korupsi
Foto: (Sumber :Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam pelantikan pejabat Eselon I dan II lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) hingga pejabat Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Jakarta, Selasa (18/8/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman meminta seluruh pejabat Kementerian Pertanian dan Bapanas menjaga integritas, menjauhi korupsi, serta mengawal pembangunan pertanian secara profesional dan berkelanjutan.

Amran menyampaikan arahan tersebut saat melantik sejumlah pejabat Eselon I dan Eselon II di lingkungan Kementerian Pertanian dan Bapanas di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

"Saya terima kasih, hadiah kado Ulang Tahun Kemerdekaan (Republik Indonesia), itu adalah kita swasembada dan ekspor (beras ke Malaysia). Itu karena kalian yang kerja keras. Saya tidak mau kalian sudah kerja keras, banting tulang, siang malam, Sabtu Minggu kerja, tapi kena masalah (karena korupsi)," kata Amran.

Pejabat Diminta Jalankan Pakta Integritas

Amran meminta seluruh pejabat memahami dan menjalankan setiap poin dalam pakta integritas, bukan sekadar menandatangani dokumen tersebut.

Ia menegaskan korupsi, kolusi, nepotisme, penerimaan hadiah, dan konflik kepentingan harus dihindari untuk menjaga profesionalisme serta kredibilitas institusi di mata masyarakat.

Amran juga meminta aparatur berani melaporkan setiap penyimpangan integritas yang ditemukan agar tata kelola pemerintahan semakin bersih, transparan, dan akuntabel.

Menurut Amran, sistem meritokrasi harus dijaga dengan menghentikan praktik titip-menitip jabatan maupun intervensi dalam promosi sehingga setiap aparatur mendapatkan kesempatan berdasarkan kompetensi dan kinerja.

Pelanggaran Akan Diperiksa secara Adil

Amran memastikan setiap laporan dugaan pelanggaran akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan secara adil sehingga aparatur yang bekerja profesional tetap memperoleh perlindungan dan kepastian dalam menjalankan tugas.

Ia turut mengingatkan para pejabat untuk menjaga nama baik pribadi, keluarga, dan institusi dengan menghindari pelanggaran hukum yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.

Amran berharap Kementerian Pertanian mampu melahirkan birokrat dan aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, serta menjadi teladan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh pejabat bekerja jujur, menjaga kesehatan, mengutamakan keadilan, dan membangun sektor pertanian nasional melalui profesionalisme.

Penulis :
Ahmad Yusuf