HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat 0,75 Persen Ditopang Ekspektasi BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IHSG Menguat 0,75 Persen Ditopang Ekspektasi BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 47,94 poin atau 0,75 persen ke posisi 6.449,83 pada penutupan perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, seiring ekspektasi Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen.

Berbeda dengan IHSG, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan melemah 1,25 poin atau 0,20 persen ke posisi 631,03.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan ekspektasi BI mempertahankan suku bunga didukung inflasi yang masih berada dalam target bank sentral serta upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Penguatan IHSG ditopang oleh ekspektasi bahwa BI-Rate akan tetap dipertahankan di level 5,75 persen, seiring inflasi yang masih berada dalam target BI serta upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang berada di level Rp17.862 per dolar AS pada Selasa (18/8) sore,” ujar Ratna Lim.

Nilai tukar rupiah pada Selasa sore tercatat berada di level Rp17.862 per dolar AS.

Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BI

Bank Indonesia menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Agustus 2026 dengan keputusan mengenai kebijakan suku bunga acuan dijadwalkan diumumkan pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Sepanjang 2026, Bank Indonesia tercatat telah menaikkan BI-Rate secara kumulatif sebesar 100 basis poin (bps).

Kenaikan tersebut terdiri atas 50 bps pada Mei 2026 dan dua kali kenaikan masing-masing sebesar 25 bps pada Juni 2026.

Pada pertemuan terakhir pada Juli 2026, Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen.

Dari sentimen global, pelaku pasar masih dibayangi memudarnya harapan terhadap penyelesaian konflik antara Amerika Serikat dan Iran dalam waktu dekat.

Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan gangguan pasokan berkepanjangan dari kawasan yang terdampak konflik.

Sepuluh Sektor Menguat, Energi Memimpin

IHSG dibuka menguat dan bertahan di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan Selasa.

Memasuki sesi kedua, IHSG tetap berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor mencatat penguatan dan hanya satu sektor berakhir melemah.

Sektor energi mencatat penguatan terbesar sebesar 2,24 persen, disusul sektor infrastruktur yang naik 1,65 persen serta sektor transportasi dan logistik yang menguat 1,42 persen.

Sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan penurunan sebesar 0,29 persen.

Saham-saham yang mencatat penguatan harga terbesar adalah KIJA, PADA, JARR, INET, dan ASLI.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar adalah TCPI, BAIK, STAR, GRPM, dan FUTR.

Transaksi Saham Capai Rp14,80 Triliun

Aktivitas perdagangan saham di BEI tercatat mencapai 2.162.000 kali transaksi dengan total 32,07 miliar lembar saham diperdagangkan.

Nilai transaksi sepanjang perdagangan mencapai Rp14,80 triliun.

Berdasarkan pergerakan masing-masing saham, sebanyak 419 saham menguat, 248 saham melemah, dan 296 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Pergerakan bursa saham regional Asia pada Selasa sore berlangsung bervariasi dengan indeks Nikkei melemah 2,45 persen ke 67.521,00 dan indeks Shanghai menguat 0,19 persen ke 3.990,18.

Indeks Hang Seng menguat 0,07 persen ke 25.471,85, sedangkan indeks Kospi melemah 1,55 persen ke 6.869,97 dan indeks Straits Times turun 1,16 persen ke 5.701,79.

Penulis :
Leon Weldrick