HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Segera Buka Tender PLTS 100 GW, Tahap Pertama 30 GW Dimulai pada 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Segera Buka Tender PLTS 100 GW, Tahap Pertama 30 GW Dimulai pada 2026
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu 19/8/2026 (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - Pemerintah segera membuka tender program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan target kapasitas keseluruhan mencapai 100 gigawatt (GW), dengan tahap pertama sebesar 30 GW mulai dilaksanakan pada 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan rencana pelaksanaan tender tahap pertama tersebut telah dibahas bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

“Tahun ini, kami akan mulai masuk tahap pertama pembangunan 30 GW. Dengan Pak Dirut PLN (Darmawan Prasodjo), kami sudah bahas. Tendernya kami akan mulai lakukan,” kata Bahlil.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta.

PLTS 100 GW Dibangun Bertahap

Pemerintah merencanakan pembangunan PLTS berkapasitas total 100 GW secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang sebagai bagian dari upaya mendorong transisi energi.

Bahlil menjelaskan, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 mengalokasikan sekitar 70–75 persen kapasitas dari Energi Baru Terbarukan (EBT) dan sistem penyimpanan energi.

Sistem penyimpanan energi tersebut antara lain menggunakan baterai dan pumped storage.

“Bauran energi baru terbarukan akan kami tetap lakukan,” tegas Bahlil.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menyampaikan rencana pemerintah membangun PLTS dengan kapasitas 30 GW pada 2026.

Pada tahun yang sama, pemerintah menargetkan penghentian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan kapasitas sebesar 13 GW.

Prabowo mengatakan Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar karena memperoleh sinar matahari hampir sepanjang tahun.

Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terpencil.

PLTS Berpotensi Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tahun

Pemanfaatan PLTS dalam skala besar juga dinilai dapat memperkuat kemandirian energi nasional karena mampu mengurangi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik.

Berdasarkan perhitungan Kementerian Koordinator Perekonomian, pembangunan PLTS hingga berkapasitas 100 GW berpotensi menghemat biaya pokok produksi listrik sebesar Rp73,9 triliun setiap tahun.

Pengembangan energi surya dalam skala besar juga diperkirakan mampu menekan kebutuhan Indonesia terhadap impor BBM.

Penurunan kebutuhan impor BBM melalui pemanfaatan energi surya tersebut pada akhirnya berpotensi menghasilkan penghematan devisa bagi Indonesia.

Penulis :
Leon Weldrick