HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Melemah 0,86 Persen, Ketegangan AS-Iran Membayangi Bursa Asia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Melemah 0,86 Persen, Ketegangan AS-Iran Membayangi Bursa Asia
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 55,70 poin atau 0,86 persen ke posisi 6.394,13 pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026, seiring pelemahan mayoritas bursa saham Asia di tengah kekhawatiran meningkatnya ketegangan geopolitik Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga turun 3,56 poin atau 0,56 persen ke posisi 627,47.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan, "Mayoritas indeks di bursa kawasan Asia ditutup melemah di tengah kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan geopolitik."

Ketegangan AS-Iran Tekan Pasar

Dari perkembangan global, Iran dilaporkan mempertimbangkan untuk menyerang aset-aset AS di Bulgaria dan Siprus apabila perang antara AS dan Iran kembali berlangsung.

Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan telah menghentikan seluruh perdagangan dan transaksi keuangan dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Sebelumnya, UEA menyatakan telah mendeteksi adanya rudal yang diluncurkan Iran menuju wilayah perairannya pada Selasa, 18 Agustus 2026.

"Kekhawatiran akan memanasnya ketegangan geopolitik yang meluas dan dampaknya terhadap harga minyak menjadi faktor negatif," kata Ratna.

Sentimen tersebut membayangi perdagangan saham di kawasan Asia dan menjadi salah satu faktor utama yang menekan IHSG sepanjang perdagangan.

IHSG telah dibuka melemah dan bertahan di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama.

Memasuki sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga perdagangan saham berakhir.

BI Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Menguat

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18–19 Agustus 2026 memutuskan mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen.

Keputusan mempertahankan BI-Rate tersebut sesuai dengan perkiraan konsensus pasar.

BI juga mempertahankan suku bunga deposit facility pada level 4,75 persen dan lending facility pada level 6,5 persen.

Di pasar valuta asing, pelemahan indeks dolar AS turut mendorong penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,12 persen menjadi Rp17.862 per dolar AS.

Sembilan Sektor Melemah

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya dua sektor yang berhasil mencatatkan penguatan, sedangkan sembilan sektor lainnya melemah.

Sektor infrastruktur mencatat kenaikan terbesar sebesar 0,73 persen, disusul sektor properti yang menguat 0,63 persen.

Sektor barang baku mengalami penurunan paling dalam sebesar 1,14 persen.

Sektor barang konsumen primer melemah 0,86 persen, sedangkan sektor industri turun 0,75 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan harga terbesar adalah FUJI, TIFA, FPNI, WEGE, dan TRUS.

Sementara itu, saham dengan pelemahan harga terbesar adalah FAST, DWGL, TCPI, ASLI, dan KJEN.

Frekuensi perdagangan saham sepanjang hari mencapai 2,178 juta transaksi dengan volume sebanyak 34,26 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp14,25 triliun.

Sebanyak 257 saham menguat, 379 saham melemah, dan 317 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Mayoritas Bursa Asia Tertekan

Pelemahan juga terjadi pada mayoritas bursa saham regional Asia dengan indeks Nikkei turun 3,12 persen ke posisi 65.356,00.

Indeks Shanghai melemah 2,40 persen ke posisi 3.894,42, sedangkan indeks Hang Seng menjadi salah satu yang menguat dengan kenaikan 0,09 persen ke posisi 25.495,07.

Indeks Kospi tertekan 5,80 persen ke posisi 6.471,17, sementara indeks Straits Times melemah 0,13 persen ke posisi 5.694,24.

Secara keseluruhan, ketegangan geopolitik AS-Iran dan kekhawatiran terhadap dampaknya pada harga minyak menjadi sentimen negatif utama yang membayangi IHSG dan mayoritas bursa saham Asia.

Penulis :
Shila Glorya