HOME  ⁄  Ekonomi

PJT I Mulai Petakan Sungai di Bali, Penanganan Infrastruktur Ditargetkan Berjalan pada 2027

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PJT I Mulai Petakan Sungai di Bali, Penanganan Infrastruktur Ditargetkan Berjalan pada 2027
Foto: (Sumber :Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air WS Bali-Penida PJT I Hamim Ghufroni jelaskan penugasan dari Ditjen SDA Kementerian PU mengelola wilayah sungai Bali-Penida di Denpasar, Bali, Kamis (20/8/2026). (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari).)

Pantau - Perum Jasa Tirta I (PJT I) mulai memetakan kondisi seluruh sungai di wilayah Bali-Penida pada 2026 sebagai langkah awal pengelolaan sumber daya air dan penanganan infrastruktur pengairan berdasarkan penugasan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.

Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air Wilayah Sungai Bali-Penida PJT I Hamim Ghufroni mengatakan kegiatan awal difokuskan pada studi dan pemetaan sebelum pekerjaan fisik dilakukan.

PJT I Petakan Kondisi Sungai Bali-Penida

“Tahun ini kami mengawali kegiatan operasional, kami melakukan pemetaan, ada dua studi yang kami laksanakan mulai dari studi Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP),” kata Hamim di Denpasar, Kamis (20/8/2026).

Penugasan PJT I tersebut dilandasi Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2026 dengan cakupan seluruh aliran sungai di wilayah Bali-Penida yang akan dikelola bersama Balai Wilayah Sungai (BWS).

Penugasan itu juga dilatarbelakangi adanya kesenjangan pembiayaan antara AKNOP dengan anggaran DIPA maupun APBN yang dialokasikan kepada BWS Bali-Penida untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan.

“Dari AKNOP tadi dengan DIPA atau APBN yang diberikan kepada BWS untuk melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan, masih terdapat gap atau kekurangan untuk pemenuhan itu, nah dengan potensi pemanfaatan sumber daya air yang ada di masing-masing WS yang ditugaskan ke kami, harapannya bisa mengurangi gap tersebut, dan Bali termasuk yang dianggap bisa untuk mengurangi,” ujar Hamim.

PJT I saat ini belum melakukan pengerukan sedimentasi maupun pekerjaan fisik lainnya karena masih memetakan kondisi riil sungai di Bali dan Penida.

Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar bagi PJT I bersama BWS untuk menyusun program kerja serta menentukan skala prioritas penanganan.

Hamim meyakini proses pemetaan dapat diselesaikan pada 2026 sehingga penanganan terhadap infrastruktur sungai di Bali dapat dimulai pada 2027.

Konservasi dan Pemanfaatan Air Jadi Fokus

Kementerian Pekerjaan Umum turut meminta PJT I fokus pada konservasi sumber daya air untuk menjaga daya dukung lingkungan di sekitar daerah aliran sungai (DAS).

“Kehadiran kami salah satunya ditugaskan untuk melakukan kegiatan konservasi, sehingga harapannya lahan kritis ini tidak bertambah dan justru bisa berkurang,” ujar Hamim.

PJT I juga mendapat tugas mengoptimalkan pemanfaatan air baku secara efektif, efisien, adil, dan bernilai ekonomi guna mendukung keberlanjutan pemeliharaan sungai.

BUMN tersebut membidik penyediaan air baku bagi Perumda atau PDAM, pembangkit listrik, serta kebutuhan sektor industri dan pariwisata di Bali.

Selain itu, PJT I membuka peluang penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sesuai mandat Peraturan Pemerintah mengenai pendirian perusahaan tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan