
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat realisasi anggaran hingga 19 Agustus 2026 mencapai Rp65,65 triliun atau 49,59 persen dari total pagu Rp132,38 triliun, dengan progres fisik berbagai program dan pembangunan mencapai 54,84 persen.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan perkembangan realisasi anggaran tersebut dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
"Sampai dengan 19 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, realisasi keuangan mencapai Rp65,65 triliun atau 49,59 persen dengan progres fisik mencapai 54,84 persen," ungkap Dody.
Pagu Anggaran Kementerian PU Naik Menjadi Rp132,38 Triliun
Dody menjelaskan pagu anggaran Kementerian PU mengalami perubahan sejak akhir 2025.
Pada Desember 2025, pagu awal Kementerian PU tercatat sebesar Rp118,5 triliun sebelum bertambah menjadi Rp132,38 triliun.
Dari total pagu tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air memperoleh alokasi sebesar Rp36,38 triliun.
Direktorat Jenderal Bina Marga mendapatkan anggaran sebesar Rp48,77 triliun, sedangkan Direktorat Jenderal Cipta Karya memperoleh Rp14,18 triliun.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis memperoleh alokasi sebesar Rp31,39 triliun.
Kementerian PU juga mengalokasikan Rp5,43 triliun untuk program infrastruktur berbasis masyarakat dan jembatan gantung pada sekitar 15.237 lokasi atau unit sepanjang 2026.
Dody menekankan besarnya alokasi dan realisasi anggaran harus diwujudkan menjadi infrastruktur yang berfungsi dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.
"Angka-angka ini harus berubah menjadi infrastruktur yang berfungsi dan mampu memberikan manfaat yang maksimal untuk masyarakat Indonesia," kata Dody.
Irigasi Pertanian dan Konektivitas Jadi Prioritas
Penggunaan anggaran Kementerian PU pada 2026 terutama difokuskan pada pembangunan dan penguatan irigasi pertanian serta konektivitas wilayah.
Penguatan jaringan irigasi pertanian menjadi salah satu prioritas karena berkaitan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pada bidang Sumber Daya Air, program prioritas diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian melalui penguatan sekaligus menjaga keberlanjutan sistem irigasi.
Selain irigasi, Kementerian PU memperkuat konektivitas antardaerah melalui pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan serta jembatan.
Peningkatan konektivitas tersebut diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian dari daerah produksi menuju berbagai wilayah sekaligus mendukung kelancaran sistem logistik nasional.
Pada bidang jalan dan jembatan, penggunaan anggaran difokuskan pada pembukaan akses baru serta peningkatan kualitas jaringan transportasi.
Secara keseluruhan, hingga 19 Agustus 2026 Kementerian PU telah merealisasikan anggaran Rp65,65 triliun atau 49,59 persen dari pagu Rp132,38 triliun dengan progres fisik mencapai 54,84 persen.
- Penulis :
- Shila Glorya



