
Pantau - Pemerintah Provinsi Lampung telah menyalurkan sebanyak empat juta liter Pupuk Hayati Cair (PHC) kepada petani sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga swasembada pertanian di daerah tersebut.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Program Pupuk Hayati Cair pada tahun ini telah dikembangkan dan disalurkan kepada petani di 500 desa.
"Pemerintah Provinsi Lampung memiliki program bagi petani, yakni Program Pupuk Hayati Cair. Dan tahun ini pupuk ini sudah dikembangkan dan disalurkan di 500 desa," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Jumat.
Distribusi PHC Ditargetkan Menjangkau 2.500 Desa
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan Program Pupuk Hayati Cair pada 2026 dapat dikembangkan dan didistribusikan ke 2.000 desa.
Dengan target tersebut, sebanyak 2.500 desa secara keseluruhan ditargetkan memanfaatkan pupuk hayati cair selama periode 2025–2026.
Rahmat menyebut total pupuk hayati cair yang telah dibagikan kepada petani hingga kini mencapai empat juta liter.
Pemerintah Provinsi Lampung juga menargetkan seluruh lahan pertanian di Lampung seluas sekitar 1,5 juta hektare dapat menggunakan pupuk hayati cair pada tahun berikutnya.
Selain itu, sekitar satu juta petani ditargetkan dapat memanfaatkan sekaligus mengembangkan penggunaan pupuk hayati cair.
"Dan total ada sebanyak empat juta liter pupuk hayati cair yang sudah dibagikan ke petani. Dan target saya tahun depan total lahan pertanian di Lampung yang luasnya 1,5 juta hektare sudah menggunakan pupuk hayati cair, dan petani sebanyak satu juta orang bisa memanfaatkan serta mengembangkannya," katanya.
Pertanian Modern Dibidik Tingkatkan Produksi
Selain mendistribusikan pupuk hayati cair, Pemerintah Provinsi Lampung menerapkan Program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS) untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Melalui penerapan PM AAS, produktivitas lahan pertanian di Lampung didorong mencapai 11 ton per hektare.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan seluruh lahan pertanian di daerah tersebut mampu menghasilkan hingga 11 ton per hektare.
Penggabungan PM AAS dengan penggunaan Pupuk Hayati Cair diharapkan dapat memperkuat dan menjaga swasembada pertanian sekaligus mendorong produksi hingga 12 ton per hektare.
"Diharapkan dengan digabungkan antara PM AAS dengan Pupuk Hayati Cair dapat menjaga swasembada pertanian, dan produksi harapannya bisa meningkat sampai 12 ton per hektare," tambahnya.
Irigasi Diperbaiki agar Petani Bisa Tiga Kali Tanam
Pemerintah Provinsi Lampung juga melakukan perbaikan infrastruktur irigasi untuk memastikan ketersediaan air sekaligus memaksimalkan produktivitas lahan pertanian.
Dukungan saluran irigasi yang memadai diharapkan memungkinkan petani melakukan kegiatan tanam hingga tiga kali.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap seluruh pekerjaan perbaikan saluran irigasi tersebut dapat diselesaikan pada tahun depan.
"Supaya air ada saluran irigasi sedang diperbaiki mudah-mudahan tahun depan sudah selesai semua untuk saluran irigasi, sehingga semua petani bisa menanam sampai tiga kali," ujar dia.
Distribusi Pupuk Hayati Cair, penerapan sistem pertanian modern, dan perbaikan irigasi menjadi langkah Pemerintah Provinsi Lampung untuk meningkatkan produktivitas, memperluas intensitas tanam, serta menjaga swasembada pertanian.
- Penulis :
- Shila Glorya



