HOME  ⁄  Ekonomi

Mentrans Iftitah Ubah Arah Transmigrasi, Potensi Ekonomi Dibangun Sebelum Penempatan Warga

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Mentrans Iftitah Ubah Arah Transmigrasi, Potensi Ekonomi Dibangun Sebelum Penempatan Warga
Foto: Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Senin 24/8/2026 (sumber: ANTARA/Aji Cakti)

Pantau - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan program transmigrasi saat ini diarahkan untuk membangun ekosistem kawasan ekonomi terintegrasi dengan mengutamakan potensi ekonomi, industri, lapangan pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan sebelum penempatan masyarakat.

"Ini semua menunjukkan bahwa satu itikad yang baik untuk bagaimana kita membangun ekosistem kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi agar masyarakat kita mendapatkan manfaat yang lebih luas lagi," ungkap Iftitah.

Menurut Iftitah, konsep transmigrasi tersebut mengalami perubahan dibandingkan pelaksanaan program pada masa lalu yang lebih berorientasi pada pemindahan dan penempatan penduduk ke wilayah tertentu.

Pemerintah Cari Potensi Ekonomi Sebelum Tempatkan Warga

Pemerintah kini tidak lagi menggunakan pendekatan yang sekadar memindahkan penduduk, tetapi terlebih dahulu mengidentifikasi potensi ekonomi kawasan yang akan dikembangkan.

"Kalau dulu, tempatkan dulu baru kemudian kita lihat ada peluang atau tidak untuk kesejahteraan yang lebih baik, itu dulu. Kalau sekarang cari dulu potensi ekonominya, kemudian bangun industrinya, siapkan lapangan pekerjaannya, kemudian pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, baru penempatan," jelas Iftitah.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan kawasan transmigrasi dimulai dari pencarian potensi ekonomi, pembangunan industri, penyediaan lapangan pekerjaan, serta penyiapan akses pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih baik.

Arah baru itu dibahas Kementerian Transmigrasi dalam kegiatan Transmigration Executive Dialogue: Strategic Lecture & Policy Forum yang melibatkan Iftitah dan Profesor Soner Baskaya.

Soner Baskaya merupakan ekonom dari Adam Smith Business School di Universitas Glasgow, Inggris.

Menurut Iftitah, Soner menilai program transmigrasi saat ini sangat tepat dijalankan di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.

"Mengapa demikian? Karena ada permintaan (demand) dalam konteks geopolitik maupun tantangan ekonomi global. Ada masalah perang, kemudian masalah ketahanan pangan, masalah iklim, dan banyak hal lagi yang memang dibutuhkan pada hari ini. Bukan lagi pembangunan yang sporadis, tetapi pembangunan ekonomi yang betul-betul memberikan makna ekosistem yang memberikan lebih banyak peningkatan kesejahteraan, peningkatan pendapatan, lebih banyak pekerjaan yang lebih baik," kata Iftitah.

Tantangan yang menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan transmigrasi mencakup perang, ketahanan pangan, persoalan iklim, serta berbagai tantangan ekonomi global lainnya.

Pemerintah ingin pembangunan kawasan transmigrasi tidak dilakukan secara sporadis, tetapi menjadi ekosistem ekonomi yang saling terhubung untuk meningkatkan kesejahteraan, pendapatan masyarakat, dan menciptakan lebih banyak pekerjaan berkualitas.

Lima Program Transmigrasi Harus Saling Terhubung

Dalam kegiatan tersebut, Soner menyampaikan lecture yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan sekaligus memberikan insight mengenai lima program yang tengah dijalankan Kementerian Transmigrasi.

Kelima program tersebut meliputi Trans Tuntas, Transmigrasi Lokal, Transmigrasi Patriot, Trans Karya Nusantara, dan Trans Gotong Royong.

Masing-masing program dibahas dan dikaji dalam lecture tersebut sebagai bagian dari pengembangan kebijakan transmigrasi.

Menurut Soner sebagaimana disampaikan Iftitah, kelima program tersebut tidak dapat berjalan sendiri-sendiri dan harus menjadi satu kesatuan yang saling mendukung.

"Saat lecture juga dibahas dan dibedah satu per satu yang mana beliau menyampaikan bahwa tidak mungkin program-program itu berdiri sendiri, tetapi harus merupakan satu kesatuan dan inilah yang beliau katakan seharusnya memang dijalankan oleh transmigrasi, atau yang seharusnya dari sejak dulu dijalankan," ungkap Iftitah.

Arah baru transmigrasi dengan demikian menempatkan pembangunan ekonomi, industri, lapangan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, hingga penempatan masyarakat sebagai bagian dari satu ekosistem kawasan yang terintegrasi.

Penulis :
Arian Mesa