HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia Dorong Penguatan Kompetensi dan Pelindungan Pekerja ASEAN Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia Dorong Penguatan Kompetensi dan Pelindungan Pekerja ASEAN Hadapi Perubahan Dunia Kerja
Foto: (Sumber :Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (ANTARA/HO-Kemnaker RI).)

Pantau - Indonesia mendorong penguatan keterampilan sekaligus pelindungan pekerja dalam Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan ASEAN (ALMM) ke-29 di Bangkok, Thailand, untuk menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, digitalisasi, dan kebutuhan industri.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membawa agenda tersebut sebagai bagian dari upaya memastikan tenaga kerja ASEAN mampu beradaptasi sekaligus tetap mendapatkan pelindungan.

"Indonesia menyuarakan pentingnya menyiapkan tenaga kerja ASEAN menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat," kata Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan atau AI, digitalisasi, hingga perubahan kebutuhan industri dinilai menjadi tantangan bersama yang membutuhkan penguatan keterampilan, informasi pasar kerja, layanan ketenagakerjaan, dan pelindungan pekerja.

Indonesia Dorong Kerja Sama Hadapi Transformasi Dunia Kerja

Pembahasan tersebut sejalan dengan tindak lanjut ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience and Agility of Workers for the Future of Work beserta dokumen panduannya.

"Perubahan dunia kerja tidak bisa kita hadapi sendiri. Indonesia harus ikut menentukan arah kerja sama ketenagakerjaan ASEAN agar transformasi yang terjadi membuka peluang bagi pekerja, bukan membuat mereka tertinggal, dan pada saat yang sama tetap memberikan pelindungan," kata Yassierli.

Indonesia mendorong kerja sama ketenagakerjaan ASEAN agar perubahan dunia kerja tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pekerja untuk mengembangkan kompetensi.

Pelindungan Pekerja Migran Jadi Perhatian

Selain kesiapan menghadapi masa depan dunia kerja, Indonesia membawa isu pelindungan pekerja, termasuk pekerja migran, dalam forum ALMM ke-29.

Indonesia akan menyampaikan perkembangan tindak lanjut sejumlah komitmen ASEAN terkait pelindungan dan penempatan pekerja migran di sektor perikanan.

Pelindungan pekerja migran dan anggota keluarganya ketika menghadapi situasi krisis juga menjadi bagian dari agenda yang dibawa Indonesia.

Indonesia turut memperkuat kerja sama dengan mitra internasional, termasuk Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Organisasi Migrasi Internasional (IOM).

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan keterampilan, layanan ketenagakerjaan, penciptaan kerja layak, serta pelindungan pekerja migran.

"Kerja sama ASEAN harus menghasilkan manfaat nyata bagi pekerja. Bukan hanya membahas perubahan, tetapi memastikan pekerja memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh pekerjaan yang lebih baik, dan tetap terlindungi dalam menghadapi perubahan," ujar Yassierli.

Penulis :
Ahmad Yusuf