HOME  ⁄  Ekonomi

Askrindo Dukung 512 Proyek Nasional Senilai Rp261,9 Triliun hingga Perkuat Pembiayaan UMKM

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Askrindo Dukung 512 Proyek Nasional Senilai Rp261,9 Triliun hingga Perkuat Pembiayaan UMKM
Foto: (Sumber :Kiri ke kanan: Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo R. Mahelan Prabantarikso, Direktur Keuangan & Plt. Direktur Teknik Askrindo Leonardo Henry Gavaza, serta Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto menghadiri Media Luncheon di Jakarta, Jumat (19/12/2025). (ANTARA/Uyu Septiyati Liman.)

Pantau - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo mendukung 512 proyek strategis dan keamanan nasional dengan total nilai sekitar Rp261,9 triliun hingga Desember 2025 melalui Asuransi Umum dan Suretyship.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 proyek merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai sekitar Rp143,2 triliun, sedangkan 496 proyek lainnya berada di sektor keamanan nasional dengan nilai sekitar Rp118,7 triliun.

“Askrindo ingin terus hadir memberikan nilai bagi perekonomian Indonesia,” kata Direktur Keuangan Askrindo Leonardo Henry Gavaza dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Askrindo Lindungi Proyek Strategis Nasional

Dukungan Askrindo terhadap PSN mencakup Asuransi Aset KCIC atau kereta cepat Whoosh, Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Tol Japek Selatan, Aset Jasa Marga Bali Tol, Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A, dan Aset Medan-Binjai Tol.

Perusahaan juga memberikan dukungan terhadap pembangunan perumahan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Tol Serang-Panimbang, Jaringan Sumber Air Pemali-Juana, pembangunan rumah sakit, Tol Probolinggo-Banyuwangi, Tol Jogja-Solo, Tanjung Priok Port Tollways, Tol Cisumdawu, hingga Kawasan Industri Terpadu Batang.

Kapasitas Commercial Line Askrindo tercatat mencapai Rp28,6 triliun atau meningkat sekitar 42 persen dibandingkan posisi 2023 sebesar Rp20,1 triliun.

“Peningkatan kapasitas Commercial Line menunjukkan bahwa Askrindo terus memperkuat kemampuan untuk memberikan dukungan dengan nilai yang semakin besar. Namun, peningkatan kapasitas tersebut tetap kami imbangi dengan penguatan underwriting, manajemen risiko, dan tata kelola,” jelas Leonardo.

Dalam periode 2016-2025, Askrindo juga telah memberikan penjaminan Kontra Bank Garansi (KBG) senilai Rp149,7 triliun yang mencakup proyek pemerintah pusat dan daerah melalui APBN/APBD, BUMN, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Kami tidak hanya melihat besarnya nilai proyek, tetapi juga memastikan bahwa setiap risiko yang diterima sesuai dengan kapasitas dan risk appetite perusahaan. Prinsip underwriting yang prudent dan pengelolaan risiko menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan bisnis Askrindo,” tuturnya.

Askrindo Perkuat Dukungan untuk UMKM

Selain proyek berskala besar, Askrindo mendukung program pemerintah melalui asuransi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dukungan terhadap UMKM dilakukan melalui perlindungan asuransi kredit yang membantu akses pelaku usaha terhadap pembiayaan perbankan.

Menurut Leonardo, keberadaan Askrindo dengan demikian tidak hanya memberikan manfaat bagi proyek-proyek berskala besar, tetapi juga bagi pelaku usaha di sektor UMKM.

Askrindo menempatkan prinsip underwriting yang berhati-hati, pengelolaan risiko, dan tata kelola sebagai fondasi untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah peningkatan kapasitas perusahaan.

Penulis :
Ahmad Yusuf