HOME  ⁄  Ekonomi

Kadin Mendorong Indonesia Perkuat Aliansi Negara Produsen Sawit untuk Jaga Pasar Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kadin Mendorong Indonesia Perkuat Aliansi Negara Produsen Sawit untuk Jaga Pasar Global
Foto: (Sumber :Dokumentasi - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) CPOPC, Musdhalifah Machmud memberikan pemaparan dalam salah satu diskusi terkait kampanye positif sawit di Jakarta, Rabu (22/4/2026) (Antara/HO/Dokumentasi pribadi).)

Pantau - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penguatan aliansi dengan negara-negara produsen kelapa sawit sebagai langkah strategis untuk meningkatkan posisi tawar Indonesia, menjaga akses pasar, serta menghadapi hambatan perdagangan global.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan kelapa sawit merupakan salah satu komoditas utama penyumbang devisa sehingga Indonesia berkepentingan memperkuat kerja sama internasional.

"Indonesia perlu membangun aliansi dengan negara produsen lain guna memperkuat posisi tawar, menjaga akses pasar, menghadapi hambatan perdagangan, dan menjaga stabilitas pasar sawit global," katanya di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Kadin Mendorong Optimalisasi Peran CPOPC

Kadin mengusulkan Indonesia mengoptimalkan peran Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) atau Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Kelapa Sawit sebagai wadah memperjuangkan kepentingan bersama.

Saleh berharap penguatan CPOPC menghasilkan langkah bersama dalam diplomasi perdagangan, penerapan prinsip keberlanjutan, promosi sawit, pengembangan pasar, hingga riset dan inovasi.

"Ini penting karena ekspor sawit Indonesia bernilai lebih dari 20 miliar dolar AS per tahun dan memiliki kontribusi signifikan terhadap devisa nasional," ujar Saleh.

Menurut Saleh, pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah cukup optimal memperkuat kerja sama dengan negara-negara produsen sawit di tingkat global.

Namun, BPDP dinilai masih perlu meningkatkan perannya sebagai katalisator kerja sama internasional dengan mengoptimalkan sumber daya dari sektor sawit untuk mendukung berbagai agenda strategis.

"Dengan demikian, Indonesia bisa memperkuat posisi tawar dalam tata kelola sawit global dan mengamankan sumber devisa nasional dalam jangka panjang," katanya.

CPOPC Memperkuat Advokasi Sawit di Pasar Internasional

Wakil Sekretaris Jenderal CPOPC Musdhalifah Machmud memastikan organisasinya terus memperkuat advokasi sektor sawit di tingkat global serta menyuarakan kepentingan petani dan pelaku industri.

CPOPC menargetkan terciptanya kepastian akses pasar yang stabil bagi negara-negara anggota sekaligus meningkatkan persepsi positif masyarakat dunia terhadap komoditas sawit.

Upaya tersebut dijalankan melalui berbagai kerja sama dan forum diskusi tingkat tinggi yang melibatkan pemerintah, institusi, serta organisasi dari berbagai sektor.

CPOPC juga mendorong implementasi sistem keberlanjutan di tingkat internasional untuk meningkatkan penerimaan negara konsumen terhadap standar yang telah diterapkan negara-negara produsen sawit.

Musdhalifah menyebut edukasi mengenai manfaat kelapa sawit terus diperluas dengan mengandalkan sains, fakta, dan data.

CPOPC turut melibatkan generasi muda berlatar belakang sektor sawit untuk menyebarluaskan informasi melalui program Young Elaeis Ambassadors.

Penulis :
Aditya Yohan