
Pantau - Pemerintah menargetkan perluasan negara tujuan ekspor beras Indonesia sepanjang 2026 dengan menyasar sejumlah pasar, antara lain Timor Leste, Filipina, Papua Nugini, Palestina, dan Arab Saudi.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan perluasan pasar ekspor dilakukan di tengah stok beras nasional yang mencapai 5,2 juta ton.
"Tahun ini target kita ada ke beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor beras seperti Timor Leste, Filipina, dan Papua Nugini," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Lampung Tengah, Rabu.
Malaysia Berpotensi Serap 200 Ribu Ton Beras
Indonesia sebelumnya telah mengekspor sebanyak 1.000 ton beras ke Malaysia pada 2026.
Amran menyebut volume ekspor tersebut berpotensi bertambah hingga 200.000 ton seiring besarnya kebutuhan beras Malaysia yang mencapai sekitar 1 juta ton per tahun.
"Ekspor kita kemarin yang telah dilaksanakan ke Malaysia itu sebanyak 1.000 ton, dan karena kebutuhan banyak, akan ada potensi bisa bertambah 200.000 ton, karena total kebutuhan Malaysia itu sekitar 1 juta ton per tahun," katanya.
Pemerintah selanjutnya berencana memperluas pasar ekspor beras di luar Malaysia dengan menyasar Timor Leste, Papua Nugini, Filipina, serta sejumlah negara lainnya.
Palestina dan Arab Saudi juga masuk dalam daftar negara tujuan ekspor beras Indonesia.
"Ekspor ini juga akan ke Palestina, Saudi Arabia. Jadi stok beras kita tertinggi sepanjang sejarah dengan jumlah 5,2 juta ton, dan kita sudah menyewa gudang dengan kapasitas 2 juta ton karena kapasitas gudang hanya 3 juta ton," ucap dia.
Stok Beras Capai 5,2 Juta Ton
Amran menyatakan stok beras Indonesia saat ini mencapai 5,2 juta ton dan disebut sebagai jumlah tertinggi sepanjang sejarah.
Besarnya stok tersebut membuat pemerintah menyewa gudang tambahan dengan kapasitas 2 juta ton karena kapasitas gudang yang tersedia sebelumnya hanya sekitar 3 juta ton.
Di tengah upaya memperluas ekspor, pemerintah juga tetap menyalurkan beras kepada masyarakat yang membutuhkan di dalam negeri melalui program bantuan pangan beras.
Secara nasional, program bantuan pangan beras tersebut menjangkau 33,4 juta penerima manfaat.
Amran menilai kondisi stok dan ekspor tersebut menunjukkan Indonesia tidak hanya berada dalam kondisi swasembada beras, tetapi juga telah mampu memasarkan komoditas tersebut ke luar negeri.
"Kita patut bersyukur karena saat ini dalam kondisi tidak hanya swasembada tapi kita bisa ekspor beras. Ini merupakan bentuk kerja kolektif dari semua pihak dari petani hingga pihak terkait," tambahnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick



