
Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan sementara 463 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama 10 hari untuk melengkapi dan memverifikasi data dalam penataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan penangguhan dilakukan di tengah penyisiran terhadap seluruh SPPG yang tercatat telah beroperasi.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan profil setiap dapur sesuai dengan kondisi di lapangan serta penerima manfaat yang dilayani.
BGN Sisir Lebih dari 27 Ribu SPPG
Berdasarkan catatan BGN, saat ini terdapat 27.485 SPPG yang beroperasi dan menjadi sasaran pemeriksaan.
“Sekarang ini menurut catatan yang beroperasi 27.485. Itu kemudian kami sisir, kami profiling dapurnya dan juga kami cek penerima manfaatnya,” kata Sudaryono.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono seusai rapat koordinasi terbatas mengenai perbaikan tata kelola MBG di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu.
Dari 27.485 SPPG yang tercatat beroperasi, sebanyak 27.022 SPPG telah mendapatkan surat ketetapan sementara dan dinilai tertib dalam pendataan.
Sementara itu, sebanyak 463 SPPG masih harus melengkapi data yang dibutuhkan BGN sehingga dikenai penangguhan sementara selama 10 hari.
Selama masa tersebut, SPPG diminta melengkapi sejumlah informasi, antara lain profil dan foto dapur serta profil sekolah yang menjadi penerima manfaat MBG.
“Nah, 463 ini kami suspen 10 hari untuk kemudian mereka melengkapi data-data yang kita inginkan (yaitu) profil dapur, foto dapur, kemudian profil sekolahnya,” ujarnya.
Sekolah hingga Posyandu Ikut Diverifikasi
Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan setiap SPPG yang tercatat dalam sistem benar-benar beroperasi di lapangan dan melayani penerima manfaat sesuai laporan.
Pemeriksaan tidak hanya menyangkut kondisi dan keberadaan dapur, tetapi juga lokasi serta tujuan distribusi makanan MBG, termasuk sekolah dan pos pelayanan terpadu atau posyandu.
Apabila sebuah SPPG melaporkan telah memberikan layanan MBG kepada sekolah tertentu, BGN akan menghubungi sekolah tersebut melalui email maupun surat untuk melakukan konfirmasi.
“Pada saat dapur ini melaporkan mengirimkan MBG-nya ke sekolah tertentu, sekolahnya kita kirimi email, kita kirimi surat, konfirmasi benar enggak dapur ini melayani di sekolah Anda,” ungkap dia.
BGN melakukan pemeriksaan terhadap seluruh SPPG karena jumlah dapur yang beroperasi telah mencapai lebih dari 27 ribu unit.
“Jadi ini kita cross-check semua karena memang datanya banyak, 27.000 dapur ini kami cross-check semua,” ucap Sudaryono.
Penangguhan Tak Berarti Dapur Tidak Beroperasi
BGN menegaskan penangguhan sementara terhadap 463 SPPG tidak otomatis berarti seluruh dapur tersebut tidak beroperasi.
Kebijakan itu menjadi bagian dari proses verifikasi dan pencocokan data untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari setiap SPPG.
BGN ingin memastikan tidak terdapat SPPG yang tercatat dalam data tetapi sebenarnya belum beroperasi di lapangan.
Pemeriksaan juga ditujukan untuk memastikan SPPG yang mengaku telah beroperasi benar-benar memberikan layanan MBG kepada sekolah atau penerima manfaat yang dilaporkan.
“Maksud saya, jangan sampai nanti di antara yang kami suspen sementara ini ternyata selama ini misalnya dapurnya belum beroperasi. Jadi kami betul-betul pastikan bahwa dapur ini beroperasi dan melayani sekolah-sekolah itu,” tuturnya.
Pembenahan dan verifikasi tersebut ditujukan agar data mengenai dapur SPPG dan penerima manfaat Program MBG semakin akurat serta sesuai dengan kondisi pelayanan sebenarnya di lapangan.
- Penulis :
- Leon Weldrick



