HOME  ⁄  Nasional

Prabowo Dukung Pembukaan 8.000 Hektare Lahan Pertanian di Nagekeo, Bendungan Lambo Jadi Penopang Air

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Prabowo Dukung Pembukaan 8.000 Hektare Lahan Pertanian di Nagekeo, Bendungan Lambo Jadi Penopang Air
Foto: Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanganan dampak bencana gempa bumi di posko pengungsi di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere di Desa Tonggurambang, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 26/8/2026 (sumber: BPMI Setpres)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto mendukung rencana pembukaan lahan pertanian seluas 8.000 hektare di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memperkuat kapasitas produksi pangan daerah.

Dukungan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan pascagempa NTT yang dipantau secara daring melalui siaran Sekretariat Presiden di Jakarta, Rabu.

Rencana pengembangan lahan pertanian itu sebelumnya disampaikan Bupati Nagekeo Simplisius Donatos.

"Saya catat tadi saran dari Bupati (Bupati Nagekeo) ya. Saya kira ini bagus sekali, kita akan dukung," ujar Presiden.

Prabowo Minta Ketersediaan Air Dipastikan

Prabowo meminta pemerintah daerah terlebih dahulu memastikan ketersediaan sumber air agar pengembangan dan pemanfaatan lahan pertanian seluas 8.000 hektare dapat berjalan optimal.

Menurut Presiden, kebutuhan air untuk pertanian dapat dipenuhi melalui bendungan maupun pengeboran apabila diperlukan.

Lahan tersebut nantinya diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi pangan di Nagekeo.

Selain sektor pertanian, Prabowo mendorong pemanfaatan sekitar 100 hektare lahan di dekat kawasan pantai untuk budidaya ikan.

"8.000 hektare, mungkin yang 100 hektare dekat pantai kita bikin budidaya ikan dan yang pantai kita juga bikin budidaya ikan juga," katanya.

Prabowo menilai lahan seluas 100 hektare merupakan kawasan yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai area budidaya perikanan.

Sementara itu, sekitar 8.000 hektare lahan lainnya akan difokuskan untuk pengembangan sektor pertanian.

Bendungan Lambo Disiapkan Jadi Sumber Air Utama

Bupati Nagekeo Simplisius Donatos menjelaskan lahan pertanian tersebut terpusat di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Sebagian besar lahan yang direncanakan untuk pengembangan pertanian berada cukup jauh dari kawasan pantai.

Adapun sekitar 100 hektare lahan berada di kawasan yang berdekatan dengan pantai sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk budidaya perikanan.

Gubernur NTT Melki Laka Lena menjelaskan kebutuhan air untuk mendukung pengembangan lahan pertanian tersebut dapat ditopang Bendungan Lambo.

Pembangunan Bendungan Lambo saat ini telah mencapai sekitar 90 persen dan diperkirakan selesai dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan.

Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung air sekitar 45 juta meter kubik dan diproyeksikan menjadi sumber air utama bagi pengembangan pertanian di wilayah tersebut.

Setelah sumber air tersedia, pengembangan lahan pertanian seluas 8.000 hektare dapat dilanjutkan dengan pembangunan jaringan irigasi.

Rencana tersebut secara keseluruhan diarahkan untuk mengembangkan sektor pertanian sekaligus perikanan di Nagekeo, dengan lahan utama difokuskan pada produksi pangan dan kawasan dekat pantai dimanfaatkan untuk budidaya ikan.

Penulis :
Leon Weldrick