
Pantau - Pemerintah memperkuat infrastruktur energi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, untuk menjaga keberlanjutan investasi sekaligus meningkatkan daya saing industri di pasar global.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung mengatakan salah satu dukungan tersebut berupa pembangunan jaringan pipa gas Dumai-Sei Mangkei senilai Rp3,5 triliun.
“Salah satunya melalui pembangunan jaringan pipa gas Dumai–Sei Mangkei senilai Rp3,5 triliun guna menjamin kepastian pasokan energi bagi industri,” kata Yuliot saat peresmian pengembangan operasional produksi PT Unilever Oleochemical Indonesia di KEK Sei Mangkei.
Pemerintah Perkuat Pasokan Energi Terbarukan
Selain jaringan gas, pemerintah memperkuat pasokan listrik berbasis energi terbarukan melalui percepatan operasional PLTA Batang Toru di Kabupaten Tapanuli Selatan yang berkapasitas 510 MW.
Pemerintah juga mengandalkan PLTA Asahan 3 di Kabupaten Asahan dan Kabupaten Toba berkapasitas 150 MW serta optimalisasi potensi panas bumi.
Yuliot menjelaskan pengembangan tersebut diproyeksikan meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sumatera Utara menjadi 30 hingga 40 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
“Dengan ketersediaan gas, listrik terbarukan, dan bahan baku yang cukup di dalam satu ekosistem di KEK Sei Mangkei, maka daya saing produk industri kita di pasaran global akan menjadi sangat tinggi,” ucapnya.
Investasi KEK Sei Mangkei Capai 1,87 Miliar Dolar AS
Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengungkapkan KEK Sei Mangkei hingga pertengahan 2026 telah menarik akumulasi investasi sebesar 1,87 miliar dolar AS dari 29 pelaku usaha.
Kawasan tersebut juga telah menyerap sekitar 16.000 tenaga kerja.
PT Unilever Oleochemical Indonesia menjadi investor jangkar dengan akumulasi investasi mencapai 52 juta dolar AS di luar proyek ekspansi terbaru.
“Pada semester I 2026 ekspor Unilever Oleochemical Indonesia menyumbang 403 juta dolar AS atau lebih separuh total ekspor KEK Sei Mangkei sebesar 778 juta dolar AS,” katanya.
Kontribusi tersebut menunjukkan hilirisasi kelapa sawit Indonesia mampu bersaing dalam rantai nilai global.
Unilever Proyeksikan Ekspor hingga 800 Juta Dolar AS
Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen menyatakan perusahaan optimistis terhadap masa depan manufaktur berkelanjutan di Indonesia.
Fasilitas operasional PT Unilever Oleochemical Indonesia secara keseluruhan diproyeksikan mampu mengirim hingga 600.000 ton produk oleokimia ke lebih dari 30 negara dengan potensi nilai ekspor mencapai 800 juta dolar AS.
“Pabrik fatty alcohol ini memperkuat Indonesia memproduksi oleokimia bernilai tinggi. Investasi ini bukan sekadar perluasan kapasitas produksi, tetapi juga dedikasi kami pada manufaktur rendah karbon berbasis bio-energi sirkular, serta komitmen memberdayakan tenaga kerja dan masyarakat lokal,” tutur Willem.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



