HOME  ⁄  Ekonomi

Mentan Amran Targetkan Produksi Gula Nasional Tembus 3 Juta Ton pada 2026 demi Tekan Impor

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Mentan Amran Targetkan Produksi Gula Nasional Tembus 3 Juta Ton pada 2026 demi Tekan Impor
Foto: Para penebang tebu dari Sugar Group Companies (SGC) menyambut kedatangan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di Desa Gunung Tapa, Kecamatan Gedung Meneng, Tulang Bawang, Lampung (sumber: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

Pantau - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis produksi gula nasional dapat mencapai 3 juta ton pada 2026 sehingga kebutuhan gula putih dalam negeri dapat dipenuhi tanpa impor.

“Target produksi gula nasional mudah-mudahan tidak impor white sugar (gula putih). Ini menjadi target kita tahun ini,” kata Amran dalam keterangannya di Bandarlampung, Kamis.

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengejar target tersebut, mulai dari peremajaan tebu rakyat, peningkatan produktivitas lahan, perluasan areal tebu, hingga mendorong peningkatan produksi pabrik gula.

Pemerintah Siapkan Rp1,7 Triliun untuk Benahi Tebu Rakyat

Salah satu strategi utama pemerintah adalah mengoptimalkan lahan tebu rakyat atau plasma yang selama ini dinilai belum dikelola secara optimal.

Amran menyebut sekitar 86 persen lahan tebu rakyat berada dalam kondisi tidak laik sehingga membutuhkan pembenahan untuk meningkatkan produktivitas.

“Caranya adalah mengoptimalkan plasma atau tebu rakyat yang tidak laik. Totalnya ada 86 persen yang tidak laik,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kementerian Pertanian untuk mengoptimalkan kembali lahan-lahan tebu rakyat yang tidak terawat.

Untuk menjalankan program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,7 triliun yang akan digunakan untuk pembongkaran dan peremajaan lahan plasma atau tebu rakyat.

“Kami diberikan anggaran Rp1,7 triliun untuk membongkar plasma-plasma (tebu rakyat) ini. Kalau itu terjadi, insyaallah kebutuhan gula putih cukup, bahkan lebih,” kata Amran.

Pemerintah meyakini optimalisasi lahan plasma dapat meningkatkan produksi secara signifikan sehingga kebutuhan gula putih nasional dapat terpenuhi dan bahkan berpotensi menghasilkan surplus.

Areal Tebu Baru Dibuka 30.000 Hektare

Pemerintah juga mendorong seluruh perusahaan gula nasional, termasuk Sugar Group Companies (SGC), untuk meningkatkan produksi guna mendukung pencapaian target produksi gula nasional.

Menurut Amran, pemerintah akan memberikan dukungan kepada seluruh pabrik gula di Indonesia agar mampu meningkatkan kapasitas dan produktivitasnya.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah membuka areal tebu baru sekitar 30.000 hektare dengan produktivitas yang diharapkan mencapai 100 ton per hektare.

“Kita dukung semua pabrik gula di Indonesia. Kita support supaya produksinya tinggi. Tadi sudah membuka tebu baru, sekitar 30.000 hektare. Mudah-mudahan bisa capai target 100 ton per hektare,” ujarnya.

Lampung Ditargetkan Produksi 250.000 Ton Gula pada 2026

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto mengatakan pemerintah menargetkan luas perkebunan tebu di Provinsi Lampung mencapai 97.970 hektare pada 2027.

Dengan luas perkebunan tersebut, produksi gula di Lampung diproyeksikan dapat mencapai 480.053 ton.

Sementara untuk 2026, pemerintah berharap produksi gula di Lampung dapat mencapai sekitar 250.000 ton.

“Asumsi target produksi gula sebanyak 480.053 ton. Tahun ini mudah-mudahan bisa mencapai 250.000 ton,” kata Heru.

Secara keseluruhan, pemerintah mengandalkan peningkatan produktivitas lahan, peremajaan tebu rakyat, perluasan areal tebu, dan peningkatan produksi pabrik gula untuk memperkuat produksi gula nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor gula putih.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026