
Pantau - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia menyiapkan dana Rp456 miliar untuk menyelesaikan permasalahan proyek hunian LRT City yang telah merugikan lebih dari 2.000 konsumen.
Proyek LRT City dikembangkan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan penyelesaian persoalan tersebut menjadi penting karena menyangkut dana masyarakat yang telah membayar hunian.
"Bagi saya itu penting sekali bahwa kita tidak boleh merugikan orang, dan itu saya sampaikan kepada seluruh manajemen," ujar Dony seusai pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis.
Danantara Soroti Nasib Lebih dari 2.000 Konsumen
Dony menyoroti kondisi konsumen yang telah menyisihkan uang tabungan mereka untuk membeli hunian di proyek LRT City.
Persoalan tersebut dinilai semakin serius karena sebagian konsumen membeli unit LRT City untuk dijadikan rumah pertama.
"Bayangkan orang menyisakan uangnya, menempatkan uangnya, itu uang tabungannya. Apalagi itu uang untuk rumah pertama. Itu dzolim namanya," ujar Dony.
Dony memastikan penyelesaian masalah proyek LRT City menjadi bagian dari komitmen Danantara Indonesia.
Ia mengaku telah bertemu dengan pihak pengembang LRT City untuk membahas penyelesaian masalah yang dialami lebih dari 2.000 konsumen yang telah melakukan pembayaran.
"Jadi teman-teman yakin lah sama saya. Saya sudah ketemu dengan mereka (developer LRT City), kita akan selesaikan kurang lebih untuk menyelesaikan 2.000 sekian saudara-saudara kita yang sudah membayar itu. Saya membutuhkan penyelesaian itu Rp456 miliar, itu akan kita lakukan, jelas ya," ujar Dony.
Dana Rp456 miliar tersebut akan berasal dari Danantara dan disalurkan dalam bentuk suntikan modal kepada Adhi Karya maupun anak usahanya yang menjadi pengembang proyek.
"Iya, itu komitmen kita. Nanti bentuknya equity injection untuk penyelesaian proyek (LRT City)," ujar Dony.
Adhi Karya Diminta Segera Tindak Lanjuti Keluhan
Sebelumnya, Dony menggelar rapat dengan jajaran Direksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada Selasa (11/8) untuk membahas perkembangan proyek sekaligus berbagai keluhan masyarakat terkait LRT City.
Dalam pertemuan tersebut, Dony menekankan pentingnya tindak lanjut terhadap berbagai keluhan yang telah disampaikan masyarakat.
Adhi Karya juga didorong memperkuat komunikasi dengan penghuni serta para pemangku kepentingan terkait agar persoalan proyek dapat segera diselesaikan.
"Semua keluhan masyarakat perlu segera ditindaklanjuti. Komunikasi dengan penghuni juga perlu diperkuat, agar persoalan yang ada bisa segera diselesaikan," ujar Dony.
Danantara meminta Adhi Karya memastikan pengelolaan kawasan LRT City dilakukan secara bertanggung jawab, termasuk menyelesaikan pembangunan dan berbagai persoalan yang dialami penghuni.
Pemerintah Dorong Audit Investigasi LRT City
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sebelumnya menyatakan pemerintah mulai menyiapkan langkah lanjutan untuk menangani keluhan konsumen proyek LRT City yang dikembangkan ADCP.
Maruarar telah bertemu dengan Kepala BPKP M Yusuf Ateh serta Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria untuk membahas penyelesaian persoalan tersebut.
Kementerian PKP meminta masyarakat terdampak menyusun kronologi persoalan, melengkapi dokumen perjanjian, serta menyampaikan usulan solusi.
Jajaran direksi baru ADCP juga diminta menyusun kronologi perjalanan proyek LRT City beserta usulan penyelesaiannya.
Maruarar turut mengusulkan audit investigasi terhadap proyek hunian vertikal LRT City yang dikembangkan ADCP menyusul mandeknya proyek tersebut.
Usulan audit investigasi tersebut disampaikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai bagian dari upaya penyelesaian persoalan proyek LRT City.
- Penulis :
- Leon Weldrick




