HOME  ⁄  Ekonomi

Bea Cukai Yogyakarta Dampingi Pelaku Usaha Optimalkan Fasilitas Kepabeanan dan Tingkatkan Daya Saing

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bea Cukai Yogyakarta Dampingi Pelaku Usaha Optimalkan Fasilitas Kepabeanan dan Tingkatkan Daya Saing
Foto: Bea Cukai Yogyakarta terus mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan fasilitas kepabeanan secara optimal melalui kegiatan asistensi, monitoring, dan komunikasi langsung dengan perusahaan

Pantau - Bea Cukai Yogyakarta terus mendorong pelaku usaha mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas kepabeanan melalui asistensi, monitoring, dan komunikasi langsung untuk mendukung kelancaran proses bisnis serta meningkatkan daya saing perusahaan.

Pendampingan dilakukan terhadap sejumlah perusahaan dengan karakteristik usaha dan jenis fasilitas kepabeanan yang berbeda, mulai dari perusahaan kawasan berikat, penerima fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM), hingga perusahaan yang mempersiapkan sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO).

Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta Imam Sarjono mengatakan pendampingan terhadap pelaku usaha menjadi bagian penting untuk memastikan ketentuan kepabeanan dapat dipahami sekaligus diterapkan dengan baik oleh perusahaan.

“Melalui komunikasi dan asistensi secara langsung, kami ingin memahami proses bisnis serta kebutuhan perusahaan, sehingga apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan kewajiban kepabeanan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusinya,” ungkap Imam.

Bea Cukai Pantau Pemanfaatan Fasilitas KITE IKM

Salah satu kegiatan asistensi dilakukan Bea Cukai Yogyakarta melalui kunjungan ke PT Ameya Livingstyle Indonesia pada 11 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, petugas berdiskusi dengan manajemen PT Ameya Livingstyle Indonesia mengenai proses bisnis, kebutuhan usaha, serta pelaksanaan ketentuan kepabeanan dalam kegiatan perusahaan di kawasan berikat.

Sebelumnya, Bea Cukai Yogyakarta juga melakukan monitoring terhadap PT Matsuno Glove Indonesia Jaya pada 6 Agustus 2026.

PT Matsuno Glove Indonesia Jaya merupakan perusahaan penerima fasilitas KITE IKM yang memproduksi sarung tangan olahraga bermerek Mizuno untuk dipasarkan ke Jepang.

Petugas meninjau proses produksi, penggunaan bahan baku impor yang memperoleh fasilitas, serta kesesuaian administrasi dan pemanfaatan fasilitas kepabeanan perusahaan.

Melalui fasilitas KITE IKM, perusahaan memperoleh pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) atas bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan barang ekspor.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan menekan biaya produksi sehingga produknya semakin berdaya saing di pasar internasional.

Sembilan Perusahaan Ikuti Asistensi Menuju Sertifikasi AEO

Selain memonitor perusahaan penerima fasilitas kepabeanan, Bea Cukai Yogyakarta memberikan asistensi kepada perusahaan yang tengah mempersiapkan diri mencapai standar kepatuhan lebih tinggi melalui AEO.

Bimbingan Teknis dan Asistensi Menuju Sertifikasi AEO diselenggarakan pada 13 Agustus 2026 dengan melibatkan sembilan perusahaan kawasan berikat.

Dari sembilan perusahaan tersebut, enam berasal dari Yogyakarta, dua dari Kudus, dan satu dari Semarang.

Melalui kegiatan tersebut, Bea Cukai Yogyakarta berupaya memahami secara langsung proses bisnis dan kebutuhan masing-masing perusahaan agar kendala dalam pelaksanaan kewajiban kepabeanan dapat segera diketahui dan diselesaikan.

Imam menegaskan pendampingan tidak hanya diarahkan untuk membantu perusahaan memenuhi aspek administratif, tetapi juga mendorong terciptanya proses bisnis yang tertib, aman, dan sesuai ketentuan.

“Kami berharap pendampingan ini tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi dapat mendorong perusahaan membangun proses bisnis yang semakin tertib, aman, dan sesuai ketentuan. Dengan demikian, fasilitas kepabeanan dapat benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan usaha,” kata Imam.

Secara keseluruhan, rangkaian asistensi dan monitoring tersebut diarahkan untuk memastikan fasilitas kepabeanan dimanfaatkan sesuai ketentuan, membantu penyelesaian kendala perusahaan, meningkatkan kepatuhan, serta memberikan manfaat bagi perkembangan dan daya saing usaha.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026