HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonom Dorong Konsolidasi Bank Kecil sebagai Langkah Awal Menurunkan Bunga Kredit

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ekonom Dorong Konsolidasi Bank Kecil sebagai Langkah Awal Menurunkan Bunga Kredit
Foto: Ilustrasi - Nasabah mengakses layanan perbankan melalui platform Qlola by BRI.

Pantau - Ekonom Universitas Paramadina Jakarta Wijayanto Samirin menilai konsolidasi bank-bank kecil dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan efisiensi industri perbankan dan mendorong penurunan suku bunga kredit di Indonesia.

Wijayanto mengatakan tingginya bunga kredit dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari struktur industri perbankan, tingkat suku bunga acuan, hingga risiko yang dihadapi perbankan.

"Mendorong konsolidasi bank-bank kecil merupakan langkah awal untuk mewujudkan industri perbankan yang efisien dan berujung pada bunga kredit yang lebih rendah," ujar Wijayanto di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang meminta seluruh Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan meminta tingkat bunga simpanan kepada perbankan maksimal 80 persen dari BI Rate.

Kebijakan itu diarahkan untuk menekan biaya pendanaan perbankan sehingga bank memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit dengan bunga lebih rendah kepada masyarakat.

Struktur Industri Perbankan Jadi Sorotan

Wijayanto menilai persoalan tingginya bunga kredit tidak hanya berkaitan dengan biaya pendanaan, tetapi juga dipengaruhi faktor struktural dalam industri perbankan nasional.

"Tingginya bunga kredit di Indonesia lebih disebabkan faktor sistemik di antaranya struktur industri perbankan yang oligopolistik, di mana empat pemain besar menguasai hampir 50 persen total aset dan hampir 65 persen net income," ujar Wijayanto.

Menurut dia, kondisi tersebut turut memengaruhi efisiensi industri perbankan dan tingginya net interest margin atau NIM perbankan Indonesia dibandingkan negara lain.

Wijayanto juga menyoroti adanya perbedaan NIM antara bank besar dan bank kecil yang perlu diperhatikan dalam kebijakan penurunan bunga kredit.

"Jika bank besar dipaksa menurunkan suku bunga, maka bank-bank kecil akan mengalami net income margin negatif, jika hal ini terjadi dalam waktu yang cukup lama, berpotensi membuat bank-bank kecil gulung tikar," kata dia.

Konsolidasi bank kecil dinilai dapat meningkatkan skala usaha dan efisiensi sehingga struktur industri perbankan menjadi lebih sehat dan kompetitif.

BI Rate dan Risiko Hukum Turut Pengaruhi Bunga

Selain struktur industri perbankan, Wijayanto menyebut tingkat BI Rate yang relatif tinggi turut memengaruhi besaran bunga kredit.

Menurut dia, tingkat suku bunga acuan tersebut berkaitan dengan kebutuhan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Wijayanto juga menyebut ketidakpastian hukum sebagai faktor lain yang dapat meningkatkan persepsi risiko perbankan.

Menkeu Batasi Bunga Simpanan SMV

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya meminta seluruh Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan meminta bunga simpanan kepada perbankan sebesar 80 persen dari BI Rate.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu perbankan mendapatkan sumber pendanaan dengan biaya lebih rendah dan terkendali.

Biaya pendanaan yang lebih rendah diharapkan memberikan ruang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit kepada masyarakat dengan tingkat bunga yang lebih rendah.

Kebijakan itu juga diharapkan mengurangi persaingan antarbank dalam menawarkan bunga simpanan tinggi sehingga tingkat bunga di pasar dan bunga pinjaman dapat turun lebih cepat.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026