HOME  ⁄  Nasional

Menkop Dorong Koperasi Tak Hanya Jadi Tempat Pinjam Uang, tetapi Perkuat Usaha Anggota

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Menkop Dorong Koperasi Tak Hanya Jadi Tempat Pinjam Uang, tetapi Perkuat Usaha Anggota
Foto: Menteri Koperasi Ferry Juliantono (tengah) berbicara dalam kunjungannya ke Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’ta, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Minggu (30/8/2026).

Pantau - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan koperasi tidak boleh hanya menjadi tempat masyarakat meminjam uang, tetapi harus menjadi wadah untuk memperkuat ekonomi anggota melalui peningkatan kapasitas usaha, produktivitas, dan akses pasar.

Ferry menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo'ta di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Minggu, 30 Agustus 2026.

Menurut Ferry, koperasi harus memberikan manfaat lebih luas kepada anggota melalui akses pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, perluasan pasar, peningkatan produktivitas, hingga penciptaan nilai tambah.

KSP Balo'ta dinilai telah menjalankan langkah tersebut melalui pembinaan terhadap anggota, termasuk para petani, serta pengembangan perkebunan percontohan kopi.

"Kita tidak boleh puas hanya membuat petani mendapatkan pinjaman. Kita harus membuat petani semakin produktif, semakin sejahtera, dan semakin memiliki posisi tawar,” katanya dalam siaran pers kementerian.

KSP Balo'ta Kelola Aset Rp1,9 Triliun

Ferry menilai pembinaan anggota perlu terus diperkuat agar koperasi menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dan tidak berhenti pada kegiatan simpan pinjam.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap pengembangan KSP Balo'ta yang menjalankan kegiatan simpan pinjam sekaligus pembinaan terhadap anggotanya.

Ketua KSP Balo'ta Dedi Bongga mengatakan aset koperasi tersebut telah mencapai Rp1,9 triliun per Juli 2026 atau meningkat 609 persen dibandingkan 2014.

KSP Balo'ta saat ini memiliki sekitar 15 ribu anggota yang mendapatkan layanan koperasi.

Dedi mengatakan KSP Balo'ta juga memperoleh dukungan pembiayaan modal kerja secara bertahap dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi selama sekitar 10 tahun.

Pembiayaan dari LPDB Koperasi tersebut telah diberikan sekitar 10 kali kepada KSP Balo'ta.

Toraja Utara Miliki 49 Koperasi Aktif

Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong melaporkan wilayahnya memiliki sekitar 49 koperasi aktif setelah pemekaran.

Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Toraja Utara yang telah rampung 100 persen tercatat sebanyak 19 unit.

Empat unit KDKMP lainnya masih dalam tahap konstruksi dengan progres pembangunan berkisar 60 hingga 90 persen.

Pemerintah daerah diminta mengawal pembangunan KDKMP secara optimal dari target keseluruhan sebanyak 151 unit di Toraja Utara.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026