HOME  ⁄  Ekonomi

Laba Bersih BRI Tumbuh 17,5 Persen Menjadi Rp31,2 Triliun hingga Triwulan II 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Laba Bersih BRI Tumbuh 17,5 Persen Menjadi Rp31,2 Triliun hingga Triwulan II 2026
Foto: (Sumber :Tangkapan layar Direktur Utama BRI Hery Gunardi memaparkan materi konferensi pers kinerja kuangan triwulan II 2026 secara daring di Jakarta, Senin (31/8/2026). ANTARA/Rizka Khaerunnisa..)

Pantau - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan laba bersih Rp31,2 triliun hingga akhir triwulan II 2026 atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) BRI tumbuh 9,9 persen dari Rp73,3 triliun pada akhir triwulan II 2025 menjadi Rp80,5 triliun pada akhir triwulan II 2026.

Sementara itu, pre-provision operating profit (PPOP) tumbuh 12,8 persen secara tahunan menjadi Rp65,7 triliun.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan kinerja semester pertama menunjukkan perseroan sedang membangun momentum pertumbuhan yang sehat dan berkualitas sekaligus memperkuat fondasi untuk tumbuh lebih cepat.

“Kinerja kita ‘growth is back’, strong, kita bisa lihat pertumbuhan profit kita cukup bagus. Sementara kualitas pertumbuhan, dari sisi disiplin pertumbuhan tetap kita jaga. Dan kita yakin, kita optimis ke depan. Namun demikian, prudential banking dan prinsip kehati-hatian tetap kita jaga ke depannya,” kata Hery dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Total aset BRI hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang kredit yang meningkat 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7 persen.

BRI juga meningkatkan rasio dana murah atau CASA menjadi 67,6 persen hingga triwulan II 2026 dari 65,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan komposisi dana murah berdampak terhadap penurunan biaya dana atau cost of fund dari 3,0 persen pada akhir triwulan II 2025 menjadi 2,4 persen pada akhir triwulan II 2026 secara bank only.

Return on asset (ROA) BRI tetap berada di kisaran 2,7 persen, sedangkan return on equity (ROE) meningkat dari 16,6 persen menjadi 18,8 persen.

Dari sisi efisiensi, cost to income ratio (CIR) membaik dari 41,9 persen pada akhir triwulan II 2025 menjadi 39,2 persen pada akhir triwulan II 2026.

Rasio non-performing loan (NPL) BRI membaik menjadi 2,9 persen, sedangkan loan at risk (LAR) tercatat sebesar 9,1 persen per akhir Juni 2026.

Perbaikan kualitas aset juga terlihat dari cost of credit (CoC) yang turun dari 3,4 persen pada akhir Juni 2025 menjadi 3,1 persen pada akhir Juni 2026 atau membaik sekitar 30 basis poin.

BRI mencatat loan to deposit ratio (LDR) sebesar 90,8 persen, sementara capital adequacy ratio (CAR) mencapai 21,5 persen pada akhir triwulan II 2026 atau berada jauh di atas ketentuan.

Hery menyatakan capaian tersebut menunjukkan BRI mampu mempertahankan pertumbuhan sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika perekonomian serta pelaksanaan berbagai program prioritas nasional.

“Kami tetap optimis melihat peluang pertumbuhan, khususnya dalam memperkuat pembiayaan sektor produktif dan ekonomi kerakyatan,” kata Hery.

Hery mengatakan optimisme pertumbuhan tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko yang kuat, dan tata kelola perusahaan yang baik, termasuk ketika mendukung program pemerintah.

Menurut dia, capaian kinerja BRI juga merupakan hasil transformasi yang dilakukan secara konsisten melalui penguatan bisnis dan budaya, efisiensi, digitalisasi, serta pengelolaan manajemen risiko.

“Transformasi ini membuat BRI semakin agile, produktif, dan mampu menjaga pertumbuhan secara sehat. Namun transformasi bukan tujuan akhir. Transformasi harus tercermin dalam kinerja, kualitas pertumbuhan, dan kemampuan BRI menciptakan nilai yang berkelanjutan,” kata Hery.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026