
Pantau - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, mencatat produksi perikanan tangkap mencapai 3.603 ton hingga Juli 2026 atau sekitar 70,10 persen dari target tahunan sebesar 5.140 ton.
Produksi tersebut berasal dari aktivitas pendaratan ikan melalui empat tempat pelelangan ikan (TPI) di Kota Cirebon, dengan TPI Kejawanan menjadi penyumbang terbesar.
TPI Kejawanan Sumbang 72,48 Persen Produksi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon Elmi Masruroh mengatakan TPI Kejawanan mencatat produksi perikanan tangkap sebesar 2.611 ton hingga Juli 2026.
“Produksi terbesar tercatat di TPI Kejawanan dengan volume mencapai 2.611 ton atau sekitar 72,48 persen dari total produksi perikanan tangkap,” ungkap Elmi.
Menurut Elmi, TPI Kejawanan menjadi salah satu simpul utama aktivitas pendaratan ikan di Kota Cirebon.
Besarnya produksi tersebut membuat TPI Kejawanan memberikan kontribusi terbesar terhadap keseluruhan produksi perikanan tangkap di daerah tersebut.
Aktivitas pendaratan ikan di Kejawanan sekaligus memperkuat peran kawasan pesisir dalam sektor perikanan dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Selain Kejawanan, TPI Kesenden mencatat produksi sebesar 502 ton atau sekitar 13,95 persen dari total produksi perikanan tangkap Kota Cirebon.
TPI Pesisir mencatat produksi sebanyak 330,490 ton dengan kontribusi sekitar 9,17 persen.
Sementara itu, TPI Cangkol menyumbang produksi sebanyak 158 ton atau sekitar 4,39 persen dari total produksi perikanan tangkap Kota Cirebon.
“Kontribusi dari keempat lokasi tersebut menunjukkan aktivitas sektor perikanan tangkap di Kota Cirebon terus berjalan dan memberikan dukungan terhadap ketersediaan produksi perikanan daerah,” kata Elmi.
Pemkot Cirebon Kejar Target Produksi 5.140 Ton
Berdasarkan data realisasi hingga Juli 2026, produksi perikanan tangkap Kota Cirebon telah mencapai sekitar 70,10 persen dari target tahunan.
Pemerintah Kota Cirebon menetapkan target produksi perikanan tangkap sebesar 5.140 ton sepanjang 2026.
DKP3 Kota Cirebon terus melakukan penguatan sektor perikanan tangkap untuk meningkatkan produksi sekaligus memperbesar manfaat ekonomi bagi nelayan dan masyarakat pesisir.
Capaian produksi hingga Juli 2026 menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan aktivitas penangkapan dan pendaratan ikan di seluruh lokasi yang tersedia.
“Capaian tersebut menjadi modal bagi kami, untuk terus mengoptimalkan aktivitas penangkapan dan pendaratan ikan di seluruh lokasi yang ada,” ungkap Elmi.
- Penulis :
- Arian Mesa




