HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenekraf Memperkuat Ekosistem Seni Rupa Nasional melalui Jakarta Biennale 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenekraf Memperkuat Ekosistem Seni Rupa Nasional melalui Jakarta Biennale 2026
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar menerima audiensi Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) untuk membahas persiapan perhelatan seni berskala global, Jakarta Biennale 2026, di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Senin (31/8/2026) (ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif).)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memperkuat ekosistem seni rupa nasional melalui Jakarta Biennale 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing perupa Indonesia di tingkat internasional.

"Ajang perhelatan seni internasional seperti Jakarta Biennale bukan hanya wadah pameran karya, melainkan sarana strategis untuk memajukan potensi industri kreatif dan daya saing para perupa nasional. Kami berkomitmen memfasilitasi integrasi ekosistem seni rupa agar mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata serta berkesinambungan bagi para pelaku seni Tanah Air,” ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam keterangan yang diterima, Selasa.

Kemenekraf melihat peluang kolaborasi dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dalam persiapan strategis Jakarta Biennale 2026, mulai dari visi penyelenggaraan hingga dampaknya bagi masyarakat.

Kolaborasi tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan nilai ekspor barang subsektor seni rupa dari 2,45 juta dolar AS pada Januari–April 2025 menjadi 4,28 juta dolar AS pada periode yang sama tahun 2026 berdasarkan data BPS yang diolah Kemenekraf.

Jakarta Biennale Digelar di Sembilan Lokasi

Kemenekraf menyatakan siap menghubungkan Jakarta Biennale 2026 dengan mitra kolaborasi, termasuk dalam penyediaan lokasi dan penyusunan detail kegiatan untuk mempermudah proses perizinan.

“Kami siap mendukung ruang kolaborasi ini agar sektor ekonomi kreatif terus berkembang dan memberi nilai tambah signifikan bagi perekonomian nasional," ujar Irene Umar.

Jakarta Biennale merupakan perhelatan seni rupa kontemporer dua tahunan berskala internasional yang digagas sejak 1974 dan menjadi ruang pembentukan wacana seni serta refleksi dinamika kehidupan kota dan masyarakat.

Jakarta Biennale 2026 mengusung tema "Kebal" yang berfokus pada resiliensi warga Jakarta dan akan berlangsung pada 4 Oktober hingga 24 November 2026 di sembilan lokasi di Jakarta.

Jakarta Biennale Diusulkan Masuk Oktober Kreasi

Pelaksanaan Jakarta Biennale pada Oktober 2026 diusulkan berkolaborasi dengan rangkaian peringatan Hari Ekraf Nasional melalui program 'Oktober Kreasi' yang berlangsung selama satu bulan di berbagai daerah.

Kemenekraf juga membahas persiapan forum global World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Oktober di JIEXPO Kemayoran dan akan merumuskan Jakarta Vision on Creative Economy 2026 bagi sekitar 80 negara delegasi.

"Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian Ekraf untuk Jakarta Biennale 2026. Sinergi ini akan memperluas dampak positif bagi para seniman dan masyarakat. Kami juga siap menindaklanjuti seluruh arahan dari Ibu Wamen demi suksesnya acara ini," ujar Wakil Ketua 1 DKJ Berto Tukan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026