HOME  ⁄  Ekonomi

Purbaya Sebut Penempatan SAL Bisa Dorong Pertumbuhan Kredit Tembus 20 Persen

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Purbaya Sebut Penempatan SAL Bisa Dorong Pertumbuhan Kredit Tembus 20 Persen
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu 2/9/2026 (sumber: ANTARA/Imamatul Silfia)

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan tidak akan mengganggu likuiditas, tetapi justru berpotensi mendorong pertumbuhan kredit hingga menembus 20 persen.

Purbaya menilai penempatan SAL dalam sistem perbankan dapat menciptakan kondisi likuiditas yang lebih baik sekaligus memperkuat penyaluran kredit.

Data terakhir yang disampaikan Purbaya menunjukkan pertumbuhan kredit telah mencapai 13,8 persen atau meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut Purbaya, peningkatan tersebut salah satunya dipengaruhi kondisi likuiditas dalam sistem keuangan.

“Itu (SAL) kalau ditahan terus ke depan, cukup menciptakan pertumbuhan kredit di atas 20 persen. Data terakhir kan kredit 13,8 persen, meningkat dibanding sebelumnya karena pengaruh likuiditas di sistem keuangan kita tadi,” ungkap Purbaya.

Pemerintah sebelumnya telah memutuskan memperpanjang periode injeksi SAL hingga Juli 2027.

Menurut Purbaya, semakin lama dana pemerintah ditempatkan dalam sistem, semakin besar pula peluang terciptanya kondisi likuiditas yang baik bagi sektor perbankan.

Purbaya Pantau Pertumbuhan Uang Primer

Dalam membaca kondisi likuiditas sistem keuangan, Purbaya lebih memilih menggunakan perkembangan uang primer atau base money (M0) dibandingkan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK).

Purbaya menyebut uang primer pada Juli 2026 tumbuh sebesar 18,3 persen.

Sementara itu, pertumbuhan uang primer pada Agustus 2026 diperkirakan masih berada di kisaran 18 persen.

Pemerintah juga akan meningkatkan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) terkait pengelolaan dan penempatan SAL agar memberikan dampak positif secara optimal terhadap perekonomian nasional.

Purbaya menilai koordinasi yang lebih baik antara otoritas keuangan pemerintah dan bank sentral akan membuka ruang lebih besar untuk menciptakan likuiditas perbankan yang baik.

“Dengan koordinasi yang lebih baik antara keuangan dengan bank sentral, ruang bagi kita untuk menciptakan kondisi likuiditas yang bagus untuk perbankan terbuka lebar. Sektor swasta itu bisa tumbuh lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” ungkap Purbaya.

Kondisi likuiditas tersebut diharapkan mampu mendorong sektor swasta tumbuh lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya.

Purbaya bahkan memperkirakan perekonomian dapat tumbuh sekitar 6 persen meskipun pemerintah tidak terlalu aktif memberikan dorongan.

Dengan pemerintah yang saat ini aktif mendorong perekonomian, dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dapat berada secara signifikan di atas 6 persen.

“Itu, kalau pemerintah malas saja bisa tumbuh 6 persen ekonominya. Kan sekarang pemerintah rajin, jadi akan signifikan di atas 6 persen,” kata Purbaya.

Penarikan SAL Akan Dikoordinasikan dengan BI

Purbaya menjelaskan Kementerian Keuangan akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia apabila pemerintah perlu menarik SAL yang telah ditempatkan.

Koordinasi diperlukan agar penarikan dana pemerintah tidak mengganggu kondisi uang primer dalam sistem keuangan.

Menurut Purbaya, SAL tidak dapat digunakan begitu saja sebelum pemerintah memperoleh prosedur atau persetujuan yang diperlukan dari DPR.

Dalam pengelolaannya, sebagian SAL ditempatkan di Bank Indonesia dan sebagian lainnya berada dalam sistem perbankan sesuai kebutuhan manajemen arus kas pemerintah.

Penempatan sebagian SAL dalam sistem perbankan tersebut menurut Purbaya juga memberikan dampak positif terhadap sektor perbankan.

“Nanti kalau terpaksa narik pun, SAL itu kan nggak dipakai sebelum dapat prosedur DPR. Sebagian taruh di BI, sebagian taruh di sistem perbankan sesuai dengan kebutuhan manajemen arus kas kita. Kebetulan berdampak positif ke perbankan. Kalau memang mau dipakai nanti kami komunikasikan dengan bank sentral, sehingga base money itu tidak terganggu,” ungkap Purbaya.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026