HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Memprioritaskan Aktivasi 111 SPPG di Wilayah 3T untuk Memperluas Program MBG

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerintah Memprioritaskan Aktivasi 111 SPPG di Wilayah 3T untuk Memperluas Program MBG
Foto: (Sumber :Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyambangi Desa 3T di Sorong Moisegen Klasof, Papua Barat Daya, Rabu (2/9). (ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Pangan).)

Pantau - Pemerintah memprioritaskan aktivasi 111 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai tahap awal perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak 111 SPPG tersebut tersebar di sembilan provinsi, termasuk enam provinsi di Tanah Papua serta Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Kementerian Koordinator Bidang Pangan mencatat sebanyak 14 SPPG di Papua Barat Daya telah siap dioperasikan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan aktivasi SPPG tidak boleh sekadar mengejar kecepatan operasional, tetapi harus memperhatikan kualitas dan keamanan layanan.

"Kami datang langsung untuk memastikan SPPG ini benar-benar siap. Jangan hanya mengejar cepat beroperasi, tetapi kualitas makanan, keamanan pangan, kebersihan dapur, dan pelayanan kepada penerima manfaat juga harus terjamin," kata Zulhas.

Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat meninjau SPPG Sorong Moisegen Klasof yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu, 2 September 2026.

SPPG di Kabupaten Sorong Akan Layani Sekitar 700 Penerima

SPPG Sorong Moisegen Klasof merupakan satu dari tiga SPPG wilayah 3T di Kabupaten Sorong dan direncanakan melayani sekitar 700 penerima manfaat setelah diaktifkan.

Zulhas meminta kesiapan operasional tidak hanya dinilai berdasarkan kondisi bangunan, tetapi juga mencakup kualitas makanan, kebersihan dapur, keamanan pangan, dan pelayanan kepada penerima manfaat.

Program MBG juga diminta menjangkau anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang aman dan berkualitas.

"Tadi saya tanya anak-anak, sudah sarapan atau belum. Ternyata banyak yang belum makan pagi. Karena itu, Program Makan Bergizi Gratis sangat penting, terutama untuk anak-anak kita di wilayah 3T," katanya.

Pemerintah memberikan prioritas aktivasi SPPG antara lain kepada daerah yang memiliki prevalensi stunting tinggi.

Perluasan MBG ke wilayah 3T dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.

Sebanyak 2.700 SPPG Rampung Dibangun di Wilayah 3T

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sekitar 2.700 SPPG di wilayah 3T telah selesai dibangun dan direncanakan mulai diaktifkan secara bertahap pada September 2026.

Aktivasi akan dilakukan berdasarkan kebutuhan serta tingkat kesiapan masing-masing daerah.

Kepala BGN Sudaryono sebelumnya menegaskan SPPG yang telah selesai dibangun tidak otomatis dapat langsung beroperasi.

Sebelum aktivasi dilakukan, BGN memastikan kejelasan penerima manfaat berdasarkan nama dan alamat, kesiapan insentif, serta pemenuhan standar operasional.

Pemerintah menempatkan pemenuhan standar operasional dan keamanan pangan sebagai bagian dari persiapan sebelum ribuan SPPG tersebut melayani masyarakat di wilayah 3T.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026