HOME  ⁄  Ekonomi

Wamenekraf Gandeng Mitra Tiongkok untuk Buka Pasar Global bagi Talenta dan IP Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamenekraf Gandeng Mitra Tiongkok untuk Buka Pasar Global bagi Talenta dan IP Indonesia
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar, menerima audiensi menerima audiensi PT Panda Investama Semesta di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (1/9/2026) (ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif).)

Pantau - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mendorong penguatan kerja sama ekonomi kreatif Indonesia dengan Tiongkok melalui PT Panda Investama Semesta untuk memperluas akses talenta dan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) Indonesia ke pasar global.

Kerja sama tersebut diarahkan tidak hanya pada pertukaran teknologi, tetapi juga pengembangan kapasitas talenta, produksi konten, sertifikasi, serta pembukaan akses ke pasar internasional.

“Kami ingin talenta Indonesia tidak hanya menjadi bagian dalam ekosistem global, tetapi sebagai kreator utama yang membawa cerita, budaya, dan IP Indonesia ke panggung dunia,” kata Irene dalam keterangan yang diterima, Kamis, 3 September 2026.

AI dan Esports Masuk Penjajakan Kerja Sama

Kementerian Ekonomi Kreatif melihat tiga potensi utama yang dapat dikembangkan bersama Tiongkok, yakni internasionalisasi talenta dan IP Indonesia, pengembangan konten kreatif berbasis artificial intelligence (AI), serta pembangunan ekosistem esports.

Irene mengatakan perluasan pasar talenta kreatif Indonesia perlu diawali dengan pemetaan kebutuhan secara lebih spesifik agar kompetensi talenta sesuai dengan kebutuhan mitra internasional.

“Penting untuk memperjelas kriteria talenta yang ingin dikembangkan. Dengan begitu, proses matchmaking dapat dilakukan dengan tepat karena setiap negara yang datang ke Indonesia tentu memiliki kebutuhan yang sangat spesifik,” ujarnya.

Di tengah perkembangan AI, Irene menekankan teknologi tersebut perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas kreator tanpa mengabaikan perlindungan terhadap karya serta identitas mereka.

Perlindungan hak atas karya, wajah, suara, dan identitas talenta Indonesia dinilai perlu menjadi bagian dalam setiap pembahasan kerja sama berbasis AI.

“AI harus dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat kemampuan kreator dan meningkatkan produktivitas, tetapi pada saat yang sama harus dipastikan hak dan perlindungan terhadap talenta Indonesia,” katanya.

Tiongkok Dinilai Bisa Jadi Akselerator Talenta Indonesia

Tiongkok dinilai dapat menjadi salah satu akselerator bagi talenta Indonesia untuk mendapatkan eksposur dan akses yang lebih luas ke pasar internasional.

Pengalaman sejumlah talenta Asia Tenggara yang mengikuti program hiburan di Tiongkok menunjukkan adanya peluang peningkatan eksposur, basis penggemar, serta pengenalan IP ke pasar yang lebih luas.

Peluang tersebut dinilai tetap membutuhkan dukungan manajemen talenta, strategi pasar, serta mitra industri yang tepat.

Produser Walker yang menghadiri pertemuan tersebut mengatakan Tiongkok dapat berperan sebagai pintu masuk talenta dan IP Indonesia menuju pasar internasional.

“Tiongkok tentu bisa menjadi negara akselerator internasional. Kami ingin melihat bagaimana Indonesia dapat menjadi basis para kreator dan ekspor IP, pusat produksi serta distribusi konten ke pasar global,” ujarnya.

Ekspansi ke pasar internasional juga diarahkan tetap mempertahankan identitas Indonesia sebagai kekuatan utama produk kreatif.

Penjajakan kerja sama turut mencakup pengembangan pelatihan dan sertifikasi produksi konten, pusat IP, serta akses distribusi global.

Kementerian Ekonomi Kreatif akan melanjutkan pembahasan melalui tim teknis bersama mitra terkait untuk memetakan program kolaborasi yang konkret, terukur, dan dapat segera direalisasikan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026