HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat 1,09 Persen, Sentimen Global dan Pelantikan Gubernur BI Menopang Pasar

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IHSG Menguat 1,09 Persen, Sentimen Global dan Pelantikan Gubernur BI Menopang Pasar
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Kamis (3/9/2026) dengan penguatan 72,11 poin atau 1,09 persen ke posisi 6.667,89, ditopang kombinasi sentimen positif dari dalam negeri dan global.

Kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 turut menguat 10,90 poin atau 1,67 persen ke posisi 662,77.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai faktor eksternal dan internal secara bersamaan memberikan dukungan terhadap penguatan pasar saham Indonesia.

“Sentimen eksternal dan internal menopang menguatnya IHSG,” ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Data Tenaga Kerja AS hingga Ekonomi Asia Jadi Sentimen Positif

Dari faktor global, laporan mengenai pekerjaan sektor swasta Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dibandingkan perkiraan memberikan sentimen positif terhadap pasar.

Data ADP Employment Change AS tercatat turun dari sebelumnya 46.000 menjadi 38.000.

“Data itu menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja swasta AS melambat pada bulan Agustus 2026,” ujar Nico.

Pelemahan pertumbuhan lapangan kerja swasta AS menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam menilai arah kebijakan moneter negara tersebut.

Sentimen lainnya datang dari komentar Presiden Federal Reserve New York John Williams yang menurut Nico memberikan indikasi tidak terdapat kebutuhan mendesak untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut ke depan.

Dari perkembangan geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan AS yang diperbarui terhadap Iran kemungkinan berlangsung dalam waktu singkat.

Pernyataan tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar mengenai kemungkinan konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Harga minyak yang lebih rendah juga memberikan sedikit kelegaan terhadap kekhawatiran mengenai inflasi dan tekanan biaya energi.

Dari kawasan Asia, Indeks Aktivitas Bisnis PMI Jasa Global S&P Jepang meningkat menjadi 52,5 pada Agustus 2026.

Sementara itu, Indeks Manajer Umum Sektor Jasa China RatingDog meningkat menjadi 51,4 pada Agustus 2026 dibandingkan 50,4 pada Juli 2026.

“Baik Jepang maupun China, peningkatan aktivitas tersebut didukung oleh permintaan domestik yang lebih kuat,” ujar Nico.

Pelantikan Destry Damayanti Jadi Sentimen dari Dalam Negeri

Dari dalam negeri, pelaku pasar dinilai memberikan respons positif terhadap pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Destry disebut menjadi perempuan pertama yang memimpin bank sentral Indonesia.

Destry berjanji menjaga kebijakan tetap responsif terhadap berbagai tantangan ekonomi sekaligus mempromosikan stabilitas dan mendukung pertumbuhan.

Pelaku pasar juga melihat kelancaran proses transisi kepemimpinan di BI sebagai sinyal positif bagi keberlanjutan kebijakan moneter bank sentral.

“Respon pasar tersebut seiring berjalan lancarnya dalam proses transisi kepemimpinan di BI sehingga pelantikan tersebut sebagai sinyal akan keberlanjutan kebijakan moneter bank sentral,” ujar Nico.

Sepuluh Sektor Menguat, Transportasi dan Logistik Memimpin

Dari pergerakan perdagangan, IHSG dibuka menguat dan bertahan di teritori positif hingga penutupan sesi pertama.

Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona hijau hingga perdagangan saham berakhir.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor mengalami penguatan dengan sektor transportasi dan logistik mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,46 persen.

Sektor industri menyusul dengan penguatan 1,99 persen, sedangkan sektor barang konsumen primer naik 1,60 persen.

Hanya sektor teknologi yang mengalami pelemahan dengan penurunan sebesar 1,66 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan harga terbesar adalah VRNA, TRUK, UANG, NICK, dan FORU.

Sementara itu, saham dengan pelemahan harga terbesar adalah BELI, BAPA, UDNG, MDIA, dan INTD.

Frekuensi perdagangan saham sepanjang hari tercatat sebanyak 2.471.000 kali transaksi.

Total volume perdagangan mencapai 39,30 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp18,60 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 415 saham mengalami kenaikan, 228 saham turun, dan 320 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Bursa Saham Asia Bergerak Variatif

Di pasar saham regional Asia, indeks Nikkei melemah 0,18 persen ke posisi 64.208,00.

Indeks Shanghai menguat tipis 0,02 persen ke posisi 3.942,09, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,39 persen ke posisi 25.213,31.

Indeks Kospi menguat 0,26 persen ke posisi 6.579,48, sementara indeks Straits Times naik 0,06 persen ke posisi 5.747,71.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026