HOME  ⁄  Nasional

Prabowo Usulkan Indonesia dan Rusia Gandakan Nilai Perdagangan melalui I-EAEU FTA

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Prabowo Usulkan Indonesia dan Rusia Gandakan Nilai Perdagangan melalui I-EAEU FTA
Foto: Presiden Prabowo Subianto, Presiden Rusia Vladimir Putin, berbicara dalam penyelenggaraan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis 3/9/2026 (sumber: BPMI Sekretariat Presiden)

Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto mengusulkan Indonesia dan Rusia menetapkan target untuk menggandakan nilai perdagangan kedua negara melalui penerapan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Usulan tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis.

“Dalam forum ini, saya mengusulkan bahwa Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas untuk kita untuk menggandakan perdagangan kita dalam periode pertama peninjauan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement,” kata Prabowo.

Nilai perdagangan Indonesia dan Rusia pada 2025 tercatat sekitar 5 miliar dolar AS atau meningkat 21,7 persen dibandingkan dengan capaian pada 2024.

I-EAEU FTA Ditargetkan Berlaku pada 2027

Prabowo menilai nilai perdagangan kedua negara masih dapat terus ditingkatkan karena karakteristik perekonomian Indonesia dan Rusia saling melengkapi.

Perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia tersebut direncanakan mulai diterapkan pada 2027.

Prabowo berharap penerapan I-EAEU FTA dapat semakin mempererat hubungan Indonesia dan Rusia sekaligus memperkuat kerja sama dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia.

Menurut Prabowo, Indonesia dapat menjadi pintu masuk alami bagi dunia usaha Eurasia yang ingin menjangkau ASEAN dengan pasar sekitar 680 juta penduduk.

Indonesia juga merupakan pasar terbesar di kawasan dan menjadi bagian penting dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

“Bagi dunia usaha Eurasia, Indonesia merupakan pintu masuk alami ke ASEAN. Kami adalah pasar terbesar di kawasan, pusat dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan sekarang mitra perdagangan bebas,” ujar Prabowo.

Indonesia dan Rusia Punya Keunggulan yang Saling Melengkapi

Dalam perdagangan bilateral, Indonesia memiliki sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kopi, produk perikanan, karet, tekstil, dan berbagai barang konsumsi.

Indonesia juga mempunyai keunggulan berupa angkatan kerja berusia muda serta posisi strategis sebagai gerbang bagi Rusia dan dunia usaha Eurasia untuk memasuki pasar ASEAN.

Sementara itu, Rusia memiliki keunggulan pada sejumlah sektor seperti gandum, pupuk, energi, sains, serta rekayasa teknologi.

Perbedaan keunggulan tersebut dinilai dapat menjadi dasar bagi kedua negara untuk membangun hubungan perdagangan yang saling memenuhi kebutuhan.

“Kekuatan satu pihak dapat menjawab kebutuhan pihak lainnya. Inilah fondasi perdagangan yang adil dan berkelanjutan,” kata Prabowo.

Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF

Prabowo menghadiri Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok sebagai tamu kehormatan utama.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemerintah Rusia atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk berbicara dalam forum tersebut.

Prabowo mengatakan kehadirannya dalam forum itu merupakan kunjungan keduanya ke Rusia sepanjang 2026.

Ia juga menyebut telah bertemu dengan Presiden Vladimir Putin sebanyak lima kali sejak menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026